LAPORAN MARKET INTELLIGENCE
PERKEMBANGAN INDUSTRI ALUMINIUM SHEET DAN ALUMINIUM FOIL
September 2009
Pemain utama Industri aluminium sheet
PT. Alumindo Light Metal Industry Tbk
PT Alumíndo Light Metal Industry Tbk. (ALMI) didirikan pada 1978 dan mulai beroperasi pada 1983. ALMI merupakan anak perusahaan yang berada di bawah payung Grup Maspion, grup perusahaan besar yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Grup Maspion memiliki beberapa bidang bisnis yang menjadi andalan. Misalnya, grup bisnis ini cukup kuat di bisnis produk-produk peralatan rumah tangga seperti panci, teflon, termos plastik, kulkas, kompor gas, pompa air, kipas angin, dan masih banyak lagi. Grup Maspion juga bergerak di bidang konstruksi, material industri, serta properti.
Awalnya ALMI memfokuskan hanya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku Maspion Group yang memproduksi beragam peralatan rumah tangga dan aluminium foil sebagai kemasan. Melihat kebutuhan pasar domestik akan aluminium sheet dan foil masih terbuka lebar, pada 1985 ALMI mulai merintis pasar di luar Grup Maspion yaitu dengan menawarkan produk aluminium ke pedagang besar aluminium. Pada 1987, pasar ekspor mulai digarap serius. Sekitar 100 ton aluminium sheet bisa dieskpor ke Singapura.
Pada awal operasionalnya kapasitas produksi ALMI baru sebesar 12.000 ton aluminium sheet per tahun. Produk aluminium sheet terutama digunakan sebagai bahan dasar industri peralatan dapur dan rumah tangga, peralatan listrik dan bahan bangunan.
Pada 1998 ALMI menambah mesin baru merk VAI dari Austria dengan investasi sebsar US$ 15 juta. Mesin tersebut memiliki speed 1.500 meter/ menit, mesin ini juga mampu menghasilkan produk yang kualitasnya benar-benar diakui pelaku industri aluminium.
Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar, secara bertahap ALMI meningkatkan kapasitas produksinya. Saat ini kapasitas produksi aluminium sheet mencapai 70.000 ton per tahun.
Dengan tingkat kpasitas produksi mencapai 70.000 ton per tahun, ALMI tercatat sebagai produsen aluminium sheet terbesar di Indonesia, bahkan juga tercatat sebagai produsen terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Pada Agustus 1998 ALMI telah berhasil meraih sertifikasi ISO 9002 dari Lloyd's Register dan disesuaikan menjadi ISO 9001:2000, yang membuktikan bahwa kualitas produk-produk yang dihasilkan telah melalui standar baku proses dan telah mendapat pengakuan international.
Menurut rencana pada 2009 ini, ALMI akan melakukan ekspansi dengan meningkatkan kapasitas produksi aluminium sheet menjadi 144.000 ton per tahun. Ekspansi kapasitas ini dilakukan melalui penambahan mesin separator dan doubler.
PT. Indal Aluminium Industry
PT. Indal Aluminium Industry (Indal) berdiri pada 1971 dan bergerak dalam industri aluminium sheet, rolling mill, dan extrusion plant. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada 1974. Pabrik aluminium sheet milik Indal berlokasi di Surabya, Jawa Timur, memiliki kapasitas produksi sebesar 4.000 ton per tahun. Indal merupakan anak perusahaan Grup Maspion.
Saat ini Indal menjadi salah satu yang industri aluminium terbesar yang terintegrasi sepenuhnya dan menjadi perusahaan bersertifikat ISO 9001:2000 yang memastikan proses produksi mematuhi standar kualitas internasional. Hingga saat ini hasil produksi Indal dipasarkan di dalam serta sudah berhasil menembus pasar ekspor termasuk Australia, Asia, dan Eropa.
Indal aluminium memproduksi produk estetika tinggi dan teknologi untuk semua aplikasi arsitektur untuk gedung tinggi. Produk arsitektur Indal memperhitungkan standar dan disesuaikan profil aluminium. Indal juga melayani berbagai jenis cladding eksterior, yang mencakup dinding tirai sistem tongkat konvensional dan secara teknis sistem unitized, jendela dinding, partisi, pintu dan jendela, louver, dan sistem façade arsitektur lainnya. Produk ini sering digunakan pada bangunan tinggi karena ringan dan kaku, setelah lebih datar, tahan korosi, kedap suara dan getaran. Panel kualitas hebat ini tersedia dalam 2 jenis; Fire Rated Polyethylene Core dan Core, yang datang dengan berbagai ketebalan, panjang, lebar, PE finishing (untuk interior) dan PVDF finishing (untuk eksterior).
PT. Starmas Inti Aluminium Industry
PT. Starmas Inti Aluminium Industry (SIAI) berdiri pada tahun 2001. Perusahaan ini membangun pabrik aluminium sheet yng berlokasi di Tangerang, Banten. Saat ini kapasitas produksi aluminium sheetnya sebesar 36.000 ton per tahun. Dengan demikian, SIAI merupakan produsen aluminum sheet terbesar kedua di dalam negeri setelah ALMI.
PT. Indo Aluminium Intikarsa
PT. Indo Aluminium Intikarsa (IAI) berdiri pada 1992 dan bergerak dalam bidang industri aluminium sheet. Perusahaan ini memiliki kapasitas produksi aluminium sheet sebesar 4.000 ton per tahun. Pabrik IAI berlokasi di kawasan industri Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.
Dalam operasionalnya IAI mendapatkan bantuan teknis dari Pechiney Aluminium Engineering dari Perancis, yang merupakan salah satu produsen aluminium yang terbaik di dunia.
Pemain utama Aluminium Foil
PT. Alumindo Light Metal Industry Tbk
Pada awal operasionalnya pada 1983, ALMI memiliki kapasitas produksi aluminium foil 4.800 ton per tahun. Produk aluminium foil untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri kemasan. Kemudian ALMI meningkatkan kapasitas produksi aluminium foil menjadi 15.600 ton per tahun.
Seiring dengan tingginya permintaan pasar di dalam negeri dan ekspor, maka ALMI merencanakan pada 2009 ini akan meningkatkan kapasitas produksi aluminium sheet menjadi 20.000 ton per tahun. Peningkatan kapasitas produk tersebut, hal ini didorong oleh kenaikan daya serap pasar domestik dan ekspor menyusul kondisi pasar yang mulai pulih dari dampak krisis ekonomi global.
PT. Starmas Inti Aluminium Industry
PT. Starmas Inti Aluminium Industry (SIAI) merupakan perusahaan yang terintegrasi, sebab SIAI juga memproduksi aluminium sheet sebagai bahan baku untuk memproduksi aluminium foil.
Produk aluminium foil yang diproduksi oleh SIAI terdiri dari berbagai macam jenis, yaitu aluminium untuk pembungkus makanan, aluminium tape, Rice Warmer Component, Aluminium Foil untuk rokok, Aluminium Foil untuk Flexible Food Packaging, Aluminium Foil untuk Farmasi, Aluminium foil isolasi dan Aluminium Ducting
PT. Indo Aluminium Intikarsa
PT. Indo Aluminium Intikarsa (IAI) berdiri pada 1992 dan bergerak dalam bidang industri aluminium foil. Perusahaan memiliki kapasitas produksi sebesar 6.000 ton per tahun.
IAI merupakan perusahaan aluminium terintegrasi, sebab IAI juga memproduksi alumunium sheet yang merupakan bahan baku pada industri aluminium foil. IAI memproduksi aluminium yang digunakan pada berbagai macam indutri yaitu aluminium foil untuk rokok, farmasi, dan makanan kemasan, insulasi atap, pembungkus kabel, rumah tangga, dan lain-lain.
IAI juga mengekspor produk kami ke beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Sri Lanka, Australia dan beberapa negara lainnya.
Produksi meningkat
Aluminium sheet
Dalam periode lima tahun terakkhir (2004-2008), produksi aluminium sheet nasional mengalami pertumbuhan rata-rata sekitar 3,4% per tahun. Produksi aluminium sheet tercatat sebesar 54.483 ton pada 2004, kemudian meningkat hingga mencapai 61.920 ton pada 2008. Jumlah produksi ini menurun 4,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang 64.601 ton. Tingginya permintaan produk aluminium di pasar domestik ini didorong oleh pembangunan proyek properti yang cukup cepat. Di mana salah satu bahan baku yang dibutuhkan, produk aluminium.
Produksi aluminium sheet nasional yang meningkat ini merupakan kontribusi dari ALMI sebagai produsen terbesar aluminium sheet di dalam negeri. ALMI saat ini memproduksi aluminium sheet, aluminium foil, dan aluminium roll forming building decoration, juga memenuhi permintaan industri peralatan rumah tangga yang cukup besar.
Pada 2008 lalu ALMI berhasil mendapatkan order produk aluminium hingga 12.000 ton. Jumlah order yang masuk ini melebihi kapasitas produksi ALMI yang hanya 6.500 ton per bulan. Melihat kapasitas yang terbatas, order dari pasar lokal itu baru bisa terpenuhi dalam jangka dua bulan. Kondisi pasar ini cukup positif, setelah ALMI sempat terpengaruh akibat krisis global awal 2009. Sejak Mei 2009 banyak pemesanan produk aluminium kepada perusahaan ini.
Aluminium Foil
Dalam periode 2004-2008 produksi aluminium foil mengalami pertumbuhan rata-rata yang relatif kecil yaitu hanya 0,95% per tahun. Produksi aluminium foil tercatat sebesar 13.472 ton pada 2005 atau meningkat 1,4% dari 13.283 ton pada 2004. Namun pada 2006 produksi aluminium foil merosot 5,3% menjadi 12.697 ton, kemudian tahun berikutnya menjadi 12.157 ton atau turun 4,3%. Tetapi pada 2008, prouksi aluminium foil kembali mengalami kenaikan sebesar 12,5% menjadi 13.677 ton. Peningkatan produksi ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan di pasar domestik.
Tingginya permintaan terhadap aluminium foil baik di pasar domestik maupun pasar ekspor, mendorong ALMI sebagai produsen aluminium foil terbesar di Indonesia, untuk menambah kapasitas produksi aluminium foil. Pada 2007 meski sudah meningkatkan kapasitas produksi hingga dua kali lipat menjadi 7 ribu ton per tahun namun ALMI terus berupaya menggenjot kapasitas produksi menjadi 8 ribu ton untuk mengantisipasi lonjakan permintaan alumunium foil di pasar domestik dan ekspor.
Kemudian pada 2009 ini ALMI juga akan menambah lagi kapasitas produksi aluminium foil menjadi 20.000 ton per tahun melalui penambahan mesin separator dan doubler. Sebelumnya kapasitas produksinya tercatat masih sebesar 15.600 ton per tahun. Peningkatan kapasitas ini seiring dengan kenaikan daya serap pasar menyusul kondisi pasar yang mulai pulih dari dampak krisis ekonomi global.
Untuk meningkatkan daya saing di pasar global, ALMI menjalin kerja sama dengan perusahaan sejenis di China yakni Southern Aluminium Industry Co Ltd yang memiliki kapasitas produksi aluminium foil 40.000 ton per tahun.
Kerja sama tersebut mencakup pemasaran produk jadi ke China dan pengadaan bahan baku dari China. Kerjasama tersebut semakin meningkatkan kemampuan produksi kedua perusahaan dalam memenuhi permintaan produk aluminium di pasar dunia. Terlebih, pasar bebas Asean-China (Asean-China Free Trade Agreement) mulai dilakukan bertahap yang ditandai dengan penghapusan tarif bea masuk aluminium lembaran menjadi 0%. Begitu pula dengan bea masuk aluminium foil yang saat ini dikenai 5%, akan dihapus menjadi 0% mulai 2010.
Sejauh ini produksi aluminium coil ALMI sebanyak 60% diekspor dengan tujuan utama AS yang mencapai 60% dari total ekspor ALMI. Sisanya diekspor ke Australia dan beberapa negara Asia lainnya seperti Malaysia, Singapura, dan China. Sementara sisanya sekitar 40% ditujukan untuk penjualan di pasar domestik, yang mengandalkan produk alumunium sheet dan alumunium foil.