LAPORAN MARKET INTELLIGENCE
PASAR STAINLESS STEEL BATANGAN DAN KAWAT DI INDONESIA
September 2009
Pendahuluan
Volume pasar stainless steel (baja tahan karat) dalam bentuk batang, batangan kecil dan kawat (rod, bar dan wire) ,telah mengalami peningkatan yang cukup besar dalam beberapa tahun terakhir, sejalan dengan pertumbuhan industri pemakai utamanya antara lain industri kawat las (welding electrodes,) mur dan baut, gasket, per (pegas) dan industri mebel berbahan logam. Akan tetapi karena belum ada industri didalam negeri yang memproduksi produk stainless steel ini, maka peningkatan volume pasar ini seluruhnya dinikmati oleh produk impor.
Stainless steel batangan (“rod) adalah stainless steel yang merupakan hasil proses canai panas (hot rolled) dalam bentuk gulungan (coil) yang akan diproses lebih lanjut oleh industri hilirnya. Bahan ini akan di tarik dingin cold drawn) untuk menjadi kawat atau batangan kecil (bar) dengan diameter, dan karakteristik fisik (properties) dan finishing yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh industri pemakai akhirnya.
Volume pasar melonjak tahun 2008
Volume pasar stainless steel bar yang diperlihatkan dari jumlah impor bahan tersebut meningkat stabil dari sekitar 8 ribu ton pada tahun 2001 menjadi 17,8 ribu ton tahun 2005. Selah itu, volume pasar berflukituasi dengan kecenderungan meningkat. Pada tahun 2006, pasar stainless steel bars mencapai sekitar 34 ribu tons. Akan tetapi kemudian menurun menjadi hanya sektiar 24.000 ton tahun 2007. Pada tahun 2008, terjadi kenaikan volume pasar yang cukup signifikan sesuai angka impornya yang mencapai 56 ribu tons atau dua kali lipat dari kondisi tahun 2007.
Dilihat dari nilainya, pasar stainless steel bar dan dwire mencapai US$ 92,4 juta ton ( nilai CIF) pada tahun 2008. Impor stainless steel bar didominasi oleh batangan dan kawat dengan kode HS (Harmonized System) No. 722100 ( Bar dan rod , hot rolled dalam bentuk coil) dan HS 722220 ( bar dan rod yang tidak diolah lebih lanjut selain dengan cold formed atau cold finished).
Dilihat dari gradenya, stainless steel bar dan wire yang paling banyak diimpor adalah grade SS 304 (69 %), SS 316 (12 %), dan grade khusus (8%).
Sekitar 70% dari SS 304 diimpor langsung oleh industri pemakainya di Indonesia, dan hanya sekitar 30% yang diimpor oleh pedagang atau stokist. Importir pemakai stainless steel bar dan wire yang cukup besar adalah industri welding electrode (kawat las) seperti PT Alam Lestari Unggul, Avesta Welding, Sumiden dsb, indusri resleting yaitu PT YKK Zipper dan industri furniture logam seperti PT Kingfurn International, industri mur dan baut (Moon Lion industries dan Sagateknindo).
Untuk stainless steel grade khusus (special grade), importir utamanya adalah produsen komponen pesawat terbang yaitu PT Goodrich Pindad Aeronautial da PT MCI Prima Gasket.
Importir utama stainless steel bars yang juga bertindak sebagai pedagang dan stokist adalah PT Sutindo Raya Mulia
Import meningkat sejak 2005
Pasar domestik untuk stainless steel rod, bars dan wires masih sangat tergantung pada produk impor, karena belum ada industri dalam negeri yang memproduksinya. Impor bahan ini memperlihatkan trend pertumbuhan yang positif sejak 2005 hingga 2008 dengan rata2 pertumbuhan 65% per tahun. Pertumbuhan ini didorong oleh berkembangnya industri hilirnya terutama industri welding electrodes, industri mur dan baut dan industri furniture berbahan logam.
Impor stainless steel rod, bar dan wire memperlihatkan peningkatan yang cukup stabil dari 8 ribu ton pada tahun 2001 menjadi 17,8 ribu ton tahun 2005. Pada tahun 2006 terjadi pelonjakan impor sehingga mencapai 34 ribu ton. Akan tetapi, pada tahun 2007 melemah menjadi hanya 24.000 ton dan kembali melonjak hingga naik dua kali lipat menjadi 56,4 ribu ton tahun 2008.
Dilihat dari nilainya, laju pertumbuhan impor stainless steel tersebut lebih besar lagi, karena didorong oleh kenaikan harga stainless steel dalam 3 tahun terakhir ini. Pada tahun 2001, nilai impor stainless steel rods, bars and wires baru berjumlah US$ 10,6 juta, sementara pada tahun 2008, nilainya hampi sepuluh kali lipat menjadi US$ 92 juta.
HS 722300.00( kawat stainless steel), merupakan jenis stainless steel yang paling banyak diimpor dengan nilai sekitar US$ 27 juta pada tahun 2008, atau 30% dari total impor stainless steel batangan.
Pasar didominasi oleh grade SS 304
Stainless steel dengan grade SS 304 grade sangat dominant dalam impor stainless steel bars and wires. Jumlah impor grade ini mencakup 71% dari total impor, diikuti oleh grade SS 316 yang berjumlah 12,2% dan grade khusus sebesar 8,3%.
Importir pemakai utama seperti PT Alam Lestari Unggul dan PT Avesta Welding (produsen kawat las) menggunakan berbagai grades stainless steel bars seperti SS 304, SS 316 dan grade khusus. Akan tetapi, yang paling banyak digunakan adalah grade SS 304. Sementara itu, grade SS 316, banyak digunakan pada industri gasket dan peralatan pada industri synthetic fibre.
Sebagian besar impor oleh Industri pemakai
Importir stainless steel bar dan wire terdiri dari indusri pemakai dan pedagang atau stockist. Peranan industri pemakai sebagai importir langsung sangat besar dalam total impor stainless steel bar dan wire, baik untuk grade SS 304, SS 316 maupun grade khusus (special grades).
Pemain utama dalam impor bar dan wire untuk grade SS 304 adalah PT Alam Lestari Unggul, PT Sutindo Raya Mulia, PT Avesta Welding, PT Kingfurn Furniture, PT Moon Lion Industries, PT YKK Zippers dan beberapa perusahaan kawat las lain dan gasket.
PT Alam Lestari Unggul, merupakan salah satu produsen besar kawat las yang banyak mengimpor stainless steel bar dari Menam Stainless Wire, Thailand dan Kuang Tai Metal, Taiwan. Perusahaan ini merupakan kelanjutan dari Nikko Steel, produsen kawat las yang telah berproduksi sejak 1992. Perusahaan ini saat ini memiliki kapasitas produksi pertahun lebih dari 12.000 ton.
PT Sutindo Raya Mulia adalah salah satu stockist besar untuk bahan stainless steel tidak hanya dalam bentuk bar atau wire, tetapi juga dalam bentuk lembaran (flat) dan tubular (pipe and tube). Untuk stainless steel bar dan wire, perusahaan ini memperoleh supplainya dari beberapa pemasok di beberapa negara, termasuk Acciaire Valbrunna SPA dari Itali, Jyoti Steel Industries, dan Viraj Impoexpo Ltd dari India.