2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER
Oktober 2010

JASA KONTRAKTOR PRODUKSI BERKEMBANG SEIRING PERKEMBANGAN INDUSTRI BATUBARA


Perkembangan pertambangan batubara di Indonesia tidak terlepas dari peran industri kontraktor batubara karena produksi batubara para produsen besar di Indonesia umumnya dikerjakan oleh perusahaan kontraktor batubara. Produksi para produsen batubara yang juga menggunakan jasa kontraktor tersebut sekitar 70 persen dari total produksi batubara nasional pada tahun 2009.

Para produsen memilih untuk menggunakan kontraktor penambangan guna mencapai tingkat efisiensi yang lebih tinggi. Seperti diketahui, penambangan batubara membutuhkan peralatan berat seperti excavator, dump truck, bulldozer, loader dan grader, serta sumber daya manusia yang membutuhkan investasi cukup mahal.

Sebagian dari kontraktor ini adalah kontraktor mandiri, namun ada pula yang dimiliki oleh para pemegang konsesi batubara. Kontraktor mandiri biasanya adalah pemain yang juga memasarkan alat berat pertambangan seperti Pama Persada (PAMA) yang dimiliki oleh PT. United Tractors Tbk.

Produksi batubara meningkat  dongkrak bisnis kontraktor

Produksi batubara nasional dalam beberapa tahun menujukkan tren meningkat. Tahun 2005 produksi batubara berada pada level 142, 3 juta ton. Tingkat produksi terus naik pada beberapa tahun berikutnya. Tahun 2006 produksi naik cukup tinggi yakni 20,8 persen menjadi 171,8 juta ton. Kenaikan ini menjadi kenaikan tertinggi dalam kurun 4 tahun terakhir hingga tahun 2009 karena tahun 2005 kenaikan hanya 2,3 persen.

Pertumbuhan produksi kembali meningkat pada tahun 2008 dan tahun 2009 masing-masing sebesar 10,1 persen dan 17,6 persen dengan tingkat produksi masing-masing 193,5 juta ton dan 227,2 juta ton. 

Peningkatan produksi tersebut didorong oleh boom pada komoditi ini di dunia. Batubara menjadi sumber energi yang lebih murah dari minyak bumi yang pada periode tersebut cenderung meningkat harganya. 

Berkembangnya produksi batubara ini secara tidak langsung mendongkrak industri kontraktor batubara karena sebagian besar produksinya dihasilkan oleh para kontraktor.

Produksi oleh kontraktor sekitar 100 juta ton

Produksi batubara para produsen utama seperti Adaro, Kaltim Prima Coal (KPC), Kideco, Arutmin, Berau, Indominco, dan Bukit Asam sebagian besar dilakukan oleh kontraktor pertambangan. Besarnya produksi para pemain ini cukup bisa menggambarkan produksi oleh para kontraktor pertambangan batubara karena produksi mereka dikerjakan oleh para kontraktor.

Adaro merupakan produsen terbesar dengan tingkat produksi sebesar 40,6 juta ton pada tahun 2009 atau mencakup 17,8 persen dari total produksi nasional pada tahun tersebut. Produsen terbesar kedua adalah Kaltim Prima Coal (KPC) dengan tingkat produksi sebesar 38,1 juta ton atau 16,8 persen dari tingkat produksi nasional pada tahun yang sama.

Pemain terbesar ketiga adalah Kideco yang pangsa produksinya melampui 10 persen yakni 10,9 persen. Pangsa sebesar itu dihasilkan dari tingkat produksi sebesar 24,7 juta ton. 

Empat pemain lainnya yang menggenapi tujuh besar produsen memiliki pangsa pasar sebesar 25 persen. Produksi dari para pemain ini juga dihasilkan oleh para kontraktor pertambangan. Produksi oleh kontraktor secara total diperkirakan lebih besar jika ditambah produksi oleh kontraktor untuk produsen batubara lainnya.


Pemain kontraktor batubara di Indonesia

Saat ini terdapat 116 perusahaan kontraktor jasa pertambangan di Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini melayani 60 produsen batubara. Beberapa pemain utama kontraktor jasa pertambangan di Indonesia adalah PT. Darma Henwa, Tbk, PT. Pama Persada Nusantara, PT. Thiess Contractors Indonesia, dan PT. Bukit Makmur Utama Mandiri.

Kontraktor terbesar adalah PT Pamapersada Nusantara, anak usaha PT United Tractors Tbk, dengan pangsa pasar 33 persen. Kontraktor pertambangan batu bara terbesar kedua nasional memiliki pangsa pasar sebesar 19 persen yakni PT. Bukit Makmur Utama Mandiri. Thiess ada di peringkat ketiga dengan pangsa pasar sebesar 12 persen.

Sejumlah pemain terintegrasi

Bisnis jasa kontraktor batubara mulai berkembang sejak awal berkembangnya industri batubara. Perusahaan kontraktor dipakai oleh para pemegang konsesi karena mereka memiliki pengalaman dan peralatan penambangan. Selain pengalaman mengoperasikan alat berat dalam skala besar, akses ke peralatan berat yang tidak dimiliki pemegang konsesi juga menjadi pendorong mereka menggunakan pihak ketiga.

Pemain seperti PT. Bukit Makmur Utama Mandiri (BUMA) awalnya adalah perusahaan pembuka lahan untuk perkebunan sawit. Pemain lainnya seperti PT. Pama Persada Nusantara (PAMA) merupakan perluasan bisnis dari distributor alat berat yang banyak dipakai untuk penambangan.

Para pemegang konsesi pertambangan batubara pada perkembangannya melakukan integrasi dengan memperluas ke bisnis jasa produksi. Hal ini dilakukan untuk menghemat biaya selain untuk mengontrol rantai produksi secara lebih kuat. 

Pemain seperti Adaro memiliki perusahaan jasa kontraktor produksi yakni PT. Sapta Indah Sejati (SIS). Disamping itu, Adaro juga memiliki perusahaan di bidang barging (PT. Maritim Barito Perkasa), dredging (PT. Sarana Daya Mandiri), terminal (PT. Indonesian Bulk Terminal) hingga perusahaan perdagangan batubara (PT. Coaltrade Service international).

Sebaliknya pemain jasa kontraktor produksi juga melakukan integrasi ke bisnis hulu yakni produksi batubara (konsesi). Pemain seperti PAMA memiliki perusahaan kerjasama yang memegang konsesi batubara yakni PT Prima Multi Mineral (PMM). PMM adalah perusahaan perusahaan kerjasama dengan PD Baramarta.

PT. Pama Persada Nusantara (PAMA)

Pama Persada (PAMA) merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh distributor alat berat yakni PT. United Tractors Tbk. Pama saat ini juga memiliki anak perusahaan yakni PT Kalimantan Prima Persada (KPP) dan PT Prima Multi Mineral (PMM).

KPP merupakan perusahaan jasa penambangan batubara , sementara itu PMM perusahaan kerjasama dengan PD Baramarta memiliki konsesi pengusahaan tambang batubara yakni Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi ketiga. KPP juga menjalankan beberapa perusahaan milik Pama yang memegang konsesi batubara seperti PT. Nusantara Citra Jaya Abadi, PT. Kadya Caraka Mulia dan PT. Eka Satya Yanatama.

Produksi PAMA terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Produksi batubara pada tahun 2008 mencapai 59 juta ton sementara overburden removal mencapai 442 juta bcm. Volume produksi meningkat pada tahun 2009 yakni batubara sebesar 68 juta ton dan overburden sebesar 597 juta bcm.

Beberapa klien PAMA adalah KPC, PTBA, Kideco Jaya, Adaro, Indominco, dll. Pada awal tahun 2009, Pama menandatangani kerjasama penambangan batubara dengan Kideco Jaya. Perjanjian ini akan berlaku selama 10 tahun dan merupakan perjanjian yang sebelumnya telah berjalan selama 5 tahun. Nilai kontrak baru mencapai US$ 3 miliar sementara jika termasuk kontrak lama mencapai US$ 3,3 miliar.




Lihat daftar isi>>
MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan   
Web Page Maker, create your own web pages.