PERTAMINA JUAL 66,67% SAHAM PATRA JASA. PT Pertamina (Persero) menjual 66,67% saham PT Patra Jasa, anak usahanya dengan harga dasar Rp 2,377 triliun sebagai bagian rencana strategis perseroan untuk lebih fokus pada bisnis utama di bidang minyak dan gas. VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengungkapkan BUMN Migas itu memiliki 99,98% atau 54.872 saham di Patra Jasa yang bergerak di bidang perhotelan, penyewaan ruang kantor, dan penyewaan rumah. Sementara PT Patra Niaga sebagai anak usaha Pertamina lainnya menguasai 0,02% atau 10 saham sisanya. Pelepasan saham Pertamina dikepemilikan anak perusahaan yang sedang dalam proses restrukturisasi bisnis tersebut, akan dilakukan melalui private placement kepada investor strategis. Dengan harga dasar dalam penjualan saham tersebut diharapkan investor strategis yang berminat harus menawar di atas Rp 2,377 triliun.
Menurut Harun, kriteria calon investor adalah perusahaan nasional atau asing, tetapi kepemilikan pihak asing dibatasi maksimal 51% saham Patra Jasa. Selain itu, Pertamina juga telah menunjuk PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebagai pengelola aset Patra Jasa untuk mendukung proses pelepasan saham tersebut. Patra Jasa yang didirikan pada 17 Juli 1975 mengoperasikan tujuh hotel yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Bali, Parapat, dan Anyer. Selain itu, perusahaan tersebut juga mengoperasikan gedung perkantoran, Patra Office Tower di Jalan Gatot Subroto, penyewaan rumah Patra Residential di Kuningan Jakarta Selatan, serta ruang perkantoran di Menara Sudirman, Jakarta.
TRUBA CARI MITRA STRATEGIS UNTUK TIGA PROYEK IPP. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk tengah mencari mitra strategis yang akan membantu pendanaan tiga proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berstatus independent power producer (IPP). Corporate Secretary Truba Alam Engineering Gamala Virasa Katopo mengungkapkan tiga proyek IPP yang sedang dipersiapkan yakni PLTU Lampung berkapasitas 2x30 Megawatt (MW), PLTU Pontianak (Kalimantan Barat) 2x30 MW, dan PLTU Kuala Tanjung (Sumatra Utara) 2x135 MW. Menurut Gamala dari ketiga proyek tersebut, diperkirakan proyek PLTU Lampung bakal jalan terlebih dahulu sebelum tutup pada 2010. Adapun pembangunan PLTU Pontianak dan PLTU Kuala Tanjung kemungkinan baru bisa berjalan pada paruh pertama tahun depan dan target pembangunan setiap PLTU diperkirakan memakan waktu 2 tahun. Selain itu, rencananya listrik dari PLTU Lampung akan dijual langsung untuk pasar industri di sekitarnya. Sedangkan untuk listrik hasil PLTU Pontianak dan PLTU Kuala Tanjung akan dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
LG SIAPKAN PABRIK BARU. PT LG Electronics Indonesia (LGEIN) akan membangun pabrik baru pada 2011, yang diperkirakan menelan investasi ratusan juta dolar AS, untuk mendukung pertumbuhan bisnis di pasar domestik dan ekspor. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjaman mengungkapkan anak perusahaan LG Electronics Korea Selatan itu sudah menyampaikan rencana tersebut. Namum, belum memastikan jenis produk yang akan diproduksi LG di fasilitas baru tersebut dan investasi yang bakal ditanamkan. Saat ini LGEIN sedang melakukan studi kelayakan, termasuk mencari lahan untuk perluasan pabrik. Menurut Gita, LGEIN sangat berminat untuk mengembangkan bisnis dan memperkuat penetrasi pasar televisi, apalagi penjualannya yang cukup baik di dalam negeri dengan meraup 40% pangsa pasar.
PANN INVESTASI 6 KAPAL BARU. PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (PANN) akan menginvestasikan sedikitnya US$ 100 juta untuk menambah enam unit kapal curah pada 2011. Enam unit kapal curah tersebut akan menambah armada niaga nasional menyusul rencana PT PANN (Persero) melakukan pengadaan armada pengangkutan batu bara setelah sejumlah operator pelayaran mengajukan permintaan pembiayaan. Keenam kapal curah seharga total US$ 100 juta tersebut adalah empat unit jenis handymax berbobot hampir 50.000 dead weight tonnage (DWT) serta dua unit camcamax berkapasitas angkut hingga 80.000 ton. Presiden Direktur PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (PANN) Ibnu Wibowo mengatakan pengadaan enam unit kapal tersebut akan dilakuka pada 2011. Pengadaan kapal tersebut untuk memperkuat armada niaga nasional jenis bulk carrier yang jumlahnya masih terbatas dan saat ini jumlah kapal curah berbendera Indonesia yang beroperasi di dalam negeri ataupun luar negeri baru mencapai 38 unit. Menurutnya, PANN sedang mempertimbangkan untuk mendorong pemilik kapal handymax maupun camcamax tersebut untuk dioperasikan dalam rangka merebut pangsa muatan ekspor, khususnya komoditas batu bara. Mengacu kepada data produksi batu bara nasional, tahun ini ekspor batu bara Indonesia diperkirakan mencapai 220 juta ton dari total produksi sebanyak 300 juta ton, sedangkan sisanya 80 juta ton dipergunakan untuk mengisi kebutuhan dalam negeri. Sehinga untuk mengangkut 30% batu bara ekspor, Indonesia membutuhkan sedikitnya 73 kapal bulk carrier jenis handymax.
MATAHARI SIAPKAN RP 30 TRILIUN UNTUK EKSPANSI GERAI. PT Matahari Putra Prima Tbk (MPP) menyiapkan dana sekitar Rp 30 triliun untuk pembukaan 10 - 15 gerai Hypermart guna menggapai posisi pertama di bisnis pasar ritel modern di Indonesia. Menurut Direktur MPP Danny Kojongian perusahaannya optimis menjadi peritel nomor satu di Indonesia melalui peningkatan ekspansi gerai Hypermart sampai 15 gerai per tahun. Untuk rencana ekspansi tersebut MPP telah menyiapkan Rp 25 triliun - Rp 30 triliun dimana setiap gerai Hypermart memiliki luas 6.000 meter persegi. Danny mengatakan MPP dapat lebih memfokuskan perkembangannya pada Hypermart setelah melepas Matahari Department Store ke tangan CVC pada April 2010. Pada 2010 MPP telah membuka lima gerai Hypermart dan masih akan membuka tiga gerai lagi, masing-masing satu gerai tiap bulannya. Gerai-gerai tersebut rencananya dibuka di Surabaya, Manado dan Tangerang. Sementara itu, untuk tahun depan MPP telah merencanakan 13 gerai baru untuk Hypermart dan tiga gerai Foodmart, sementara 11 gerai Hypermart akan dibuka di Pulau Jawa, satu gerai di Sumatra, dan satu gerai Hypermart lainnya direncanakan dibuka di Ambon, sedangkan gerai Foodmart baru dibuka di Jakarta dan Bali. Selain itu, fokus ekspansi Matahari saat ini dibagi dalam dua wilayah, Jawa dan Luar Jawa. Dalam jangka waktu 1 - 2 tahun ke depan, fokus ekspansi MPP adalah pada bagian barat Indonesia, luar pulau Jawa. Sementara untuk 3 hingga 5 tahun berikutnya, MPP akan mulai fokus pada bagian timur Indonesia, luar pulau Jawa.
ASTRA OTOPARTS EKSPANSI PABRIK RP 800 MILIAR. PT Astra Otoparts Tbk (AOP), produsen otomotif menggelontorkan Rp 800 miliar untuk merealisasikan pembangunan pabrik komponen plastik dan baterai kering. Direktur AOP Widodo Eko Rijanto mengatakan permintaan komponen tersebut untuk mengantisipasi permintaan komponen otomotif yang diyakini terus meningkat baik dari OEM (original equipment for manufacturers) maupun replacement (pasar produk pengganti). Widodo menuturkan total investasi untuk pembangunan dua pabrik baru tersebut mencapai Rp 800 miliar dan hingga kini sudah terealisasi sekitar Rp 432 miliar. Di fasilitas baru tersebut, AOP akan memproduksi jenis battery maintenance free (baterei kering) untuk mobil dan sepeda motor. Sedangkan pabrik plastik akan mendukung produksi komponen motor, terutama yang berbahan baku plastik. Selain itu, perseroan juga berhasil menurunkan tact time (waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit produk) dari 36 detik menjadi 28 detik dan melakukan direct improvement di lapangan dengan menekan pemborosan, menambah jam kerja dari 2 shift menjadi 3 shift, serta menambah hari kerja dari 5 hari menjadi 7 hari. Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan AOP, penjualan pada Januari - Juni 2010 tumbuh 25,7% menjadi Rp 3,046 triliun dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.
PEMBIAYAAN BCA FINANCE NAIK 30%. PT BCA Finance membukukan booking (penyaluran pembiayan baru) sebesar Rp 11,2 triliun pada triwulan III/2010 atau meningkat 30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 7,8 triliun. Perincian dari total Rp 11,2 triliun tersebut, yaitu sebesar Rp 7,8 triliun dialokasikan untuk pembiayaan mobil baru atau mencapai 70% dari total pembiayaan, sedangkan sisanya bagi pembiayaan mobil bekas sebesar Rp 3,3 triliun. Presiden Direktur BCA Finance Roni Haslim mengatakan pencapaian booking itu sudah melewati booking sepanjang tahun lalu yang mencapai Rp 11 triliun. Sementara itu Roni mengatakan bahwa perseroan disokong sepenuhnya oleh induk usaha PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dari sisi pendanaan. Sehingga pada awal tahun, BCA Finance mendapatkan pendanaan hingga Rp 10 triliun dari BCA yang digunakan untuk ekspansi penyaluran pembiayaan yang ditargetkan Rp 13,5 triliun. Langkah tersebut merupakan komitmen pemegang saham utama untuk mendorong pertumbuhan bisnis pembiayaan pada tahun ini yang kian meningkat. Selain itu, BCA Finance pada awalnya didirikan dengan nama PT Central Sari Metropolitan Leasing Corporation pada 1981 dengan komposisi saham dimiliki oleh BCA, The Long Term Credit Bank of Japan, dan Japan Leasing Corporation. Namun BCA manjadi pemegang saham mayoritas hingga 99,58% BCA Finance sejak 2001
DAIHATSU SIAPKAN RP 361 MILIAR UNTUK EKSPANSI. PT Astra Daihatsu motor (ADM), menyatakan investasi untuk mendongkrak kapasitas pabrik dari 211.000 unit menjadi 280.000 unit per tahun mencapai RP 361 miliar. Ekspansi kapasitas produksi di Sunter, Jakarta ini diharapkan efektif pada Januari - Februari 2011. Menurut Deputi Direktur ADM Pongky Prabowo mengatakan investasi tersebut dialokasikan untuk belanja peralatan pabrik seperti jig, dice dan lainnya untuk pabrik di Sunter. Dengan menambah infrastruktur baru, produksi pabrik diharapkan meningkat sebagai antisipasi kenaikkan permintaan pasar ke depannya. Saat ini, Daihatsu memiliki dua lini produksi, dimana lini satu menggunakan waktu produksi (tact time) 1,7 menit. Adapun lini kedua dipercepat dari sebelumnya 1,9 menit menjadi 1,5 menit. Selain memproduksi model-model Daihatsu seperti Xenia, Terios, Luxio dan Gran Max, pabrik ADM juga memproduksi kendaraan untuk Toyota yaitu Avanza 1.3 L dan 1.5 L dan Rush 1.5 L. Selain itu, ADM juga berupaya meningkatkan kinerja ekspor dengan menjajaki negara tujuan ekspor baru yaitu Singapura, Nepal, Kolumbia dan Kosta Rica mulai tahun ini.
BAKRIE POWER AMBIL ALIH PROYEK PLTU TANJUNG JATI A. PT Bakrie Power mengambil alih pelaksanaan pembangunan proyek PLTU Tanjung Jati A, Cirebon, berkapasitas 2x600 MW setelah mundurnya Tomen Power Corporation, perusahaan asal Jepang dan International Power Plc, perusahaan asal Inggris dari proyek tersebut. Menurut Presiden Direktur PT Bakri Power Ali Herman Ibrahim mengungkapkan semula Tomen Power Corporation dan International Power Plc bersama PT Bakrie Power dan PT Maharani Paramitra sudah membentuk konsorsium bernama Tanjung Jati Power Company. Hanya saja dalam perjalanannya kedua mitra asing tersebut menyatakan mundur dari proyek pembangkit swasta (independent power producer/IPP) tersebut. Alasannya, tidak ada kepastian soal harga jual listrik (power purchase agreement/PPA) pembangkit tersebut dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Dalam proyek pembangkit IPP tersebut, PT Maharani Paramitra yang dimiliki oleh Siti Hediati putri mantan presiden Soeharto dan Bakrie Power masing-masing memiliki saham sebesar 20%. Sedangkan Tomen dan International masing-masing menguasai 30 % saham. Selain itu, proyek pembangkit listrik berbahan baku batu bara tersebut memang sempat tertunda sejak beberapa tahun lalu. Tertundanya pembangunan pembangkit tersebut bermula dari adanya hambatan soal pembebasan lahan. Semula proyek Tanjung Jati A akan dibangun di Jepara, Jawa Tengah, tetapi akhirnya dipindahkan ke Cirebon, Jawa Barat karena lahannya sudah tersedia.
BUMITAMA AKUISISI KEBUN SAWIT DI KALIMANTAN. PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) mendapatkan tambahan lahan seluas 40.000 hektare (ha), setelah mengambil alih perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Direktur Utama BGA Lim Gunawan Haryanto mengatakan dengan ditambahnya lahan akuisisi ini, BGA mendapatkan lahan sebesar 10.000 ha yang ditanam dan 30.000 ha landbank. Saat ini, BGA memperoleh pinjaman sindikasi sebesar US$ 135 juta dari lima bank. Kelima bank itu adalah DBS Indonesia, The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC), Bank Permata, Bank Ekonomi Rahardja Tbk, dan Rabo Bank International Indonesia (RII). Selain itu, BGA Grup adalah unit usaha dari kelompok bisnis Harita Group yang bergerak dalam bisnis perkebunan dan pabrik kelapa sawit. Dengan akuisisi itu, BGA kini memiliki area tanam seluas 104.000 ha yang tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Riau. BGA menargetkan luas area tanam mencapai 200.000 ha pada 2015