2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
LAPORAN MARKET INTELLIGENCE

INDUSTRI HULU MINYAK BUMI DI INDONESIA

Agustus 2009

Halaman Sebelumnya>>

Peternakan ayam di Jawa Barat Terbesar

Saat ini sebaran industri peternakan ayam berskala besar tersebar di Indonesia terdapat di limabelas provinsi.  

Di Jawa Barat tercatat sebagai wilayah terbesar yang memproduksi pembibit ayam ras pedaging final stock yaitu mencapai 445,1 juta ekor pada 2004 dan meningkat menjadi 490,1 juta ekor pada 2006. Namun pada 2007 produksinya turun menjadi 429,4 juta ekor. 

Wilayah Jawa Timur dikenal sebagai sentra industri pakan ternak, demikian juga industri peternakan cukup besar di wilayah ini. Lingkup agribisnis Jawa Timur cukup kuat dengan dukungan 15 pabrik besar pakan ternak, 52 industri rumahan pakan ternak, 4 pabrik pengolah susu, 201 pasar hewan, 99 TPA, 8 RPA, 1 RPH-A, 33 RPH-C dan 49 RPH-D. Di samping itu masih ada 11 perusahaan daging olahan, 50 KUD koperasi persusuan dan potensi yang sangat prospektif yaitu BBIB (Balai Besar Inseminasi Buatan) di Singosari.

Peternakan ayam di Jatim terdiri dari ayam potong dengan sentra produksi tersebar di Jombang, Malang, Gresik dan Mojokerto. Daerah yang berpotensi untuk pengembangan adalah Sidoarjo, Pasuruan, Lamongan, Nganjuk dan Kediri. Untuk jenis ayam buras/ayam kampung  banyak dibudidayakan oleh peternak di daerah pedesaan. Sentra produksi ayam buras terdapat di Lamongan, Malang, Blitar, Probolinggo, Tulungagung dan Trenggalek. Sedangkan daerah yang berpotensi untuk pengembangannya adalah Jombang, Pasuruan, Nganjuk, Kediri, Pacitan dan Bangkalan. 

Sedangkan untuk luar Jawa, sentra peternakan ayam banyak terdapat si wilayah Sumatera Utara. Produksi pembibit ayam ras pedaging Final Stock tercatat sebesar 86,9 juta ekor pada 2007. 


Sementara itu, untuk jenis ayam petelur dengan sentra produksi terbesar di Jawa Barat yaitu mencapai 15,5 juta ekor pada 2007. Produksi ini wilayah ini terus menurun dibandingkan pada 2004 yang mencapai 25,0 juta ekor. 

Menyusul kemudian wilayah Jawa Timur dengan jumalh produksi ayam petelur tercatat sebesar 11,6 juta ekor pada 2007. Sentra produksi ayam petelur tersebar di Malang, Blitar, Kediri, Pasuruan dan Mojokerto. Sedangkan daerah yang berpotensi untuk pengembangannya adalah Jombang, Nganjuk, Tulungagung dan Jember. Keunggulan Jatim didukung oleh melimpahnya produksi jagung sebagai bahan baku industri pakan ternak. Salah satu sentra jagung adalah Kediri rata-rata luas panen adalah 22.354 ha pada 2005. Dengan produksi jagung per tahun rata-rata 3,3 juta kuintal. Sementara lahan potensial jagung di Kediri mencapai 54.650 ha/tahun.


Pemain utama 

Charoen Popkhand Indonesia Tbk 
Charoen Popkhand Indonesia Tbk (CPI) didirikan pada tahun 1972 dan bergerak dalam industri pakan ternak, peternakan dan pengolahan daging ayam. Perusahaan merupakan PMA (Penanaman Modal Asing) dengan pemegang saham terdiri dari PT. Central Proteinaprima, Royal Bank of Canada (Asia) Ltd., UBS AG Singapura dan publik.

Saat ini CPI memiliki kapasitas produksi pakan ternak dari unit-unit pabriknya yang tersebar di Mojokerto, Jakarta dan Medan sebesar 2,6 juta ton per tahun. Pada 2006 CPI dan anak perusahaan CP Jaya Farm membeli 100% saham PT. Centralavian Pertiwi senilai Rp 30 miliar. Centralavian Pertiwi bergerak dalam bidang pembibitan DOC parent stock yang berlokasi di Subang, Bogor dan Lampung. Transaksi ini untuk memperkuat posisi CP di bidang agribisnis. 

Sementara itu, pengolahan daging ayam dilakukan oleh anak perusahaan Charoen Popkhnad Group yaitu PT. Primafood International. Seluruh produk olahan ayam ini dikemas dan dipasarkan dengan merk Fiesta. 

Saat ini CPI memiliki 8 pabrik pakan ternak yang tersebar di Medan, Bandar Lampung, Ancol (Jakarta), Balaraja, Semarang, Krian (Sidoarjo), Sepanjang (Sidoarjo), dan Makassar. CPI juga memiliki empat pabrik pengolahan daging (Rumah Potong Ayam), yakni di Cikande, Salatiga, Medan dan Surabaya. Rencananya akan bangun lagi satu unit di Bandung.

Hingga saat ini total kapasitas produksi pakan ternak CPI sekitar 4 juta ton/tahun, yang diproduksi dari 7 pabrik. Total kapasitas produksi DOC sekitar 607 juta ekor per tahun. Adapun total kapasitas produksi ayam potong 105 ribu ton/tahun. Pangsa pasar CPI di pasar modern diklaim 72% dan di pasar tradisional 91%. PT Charoen Phokphand membangun industri pembibitan Daily Old Chicken (DOC) --bibit ayam umur harian-- dengan investasi senilai Rp 75 miliar lebih. 

Japfa Comfeed
Japfa Comfeed (JC) berdiri pada 1971 dan bergerak dalam bidang industri pakan ternak. Saat   ini   pemegang   saham  JC  terdiri  dari  Pacific Focus Enterprises, Ltd. (28,94%), JP Morgan Chase Bank (9,65%), Coutts Bank Von Ernst, Ltd. (9,15%), Rangi Management Ltd. (8,57%), BNP Paribas Private Bank Singapore (6,63%) dan publik dengan kepemilikan masing-masing kurang dari lima persen sebanyak (37,06%).

JC adalah salah satu perusahaan agrobisnis terintegrasi di Indonesia, saat ini  industri pakan ternak memiliki total kapasitas produksi 1,73 juta ton per tahun. Sementara itu, peternakan bibit ayam yang dikelola oleh anak perusahaan, PT Multibreeder Adirama Tbk, usaha aquakultur yang dikelola anak perusahaan, PT Suri Tani Pemuka. Lokasi pabrik pakan ternak dan peternakan tersebar di Lampung, Cirebon (Jawa Barat), Sidoarjo (Jawa Timur) dan Tangerang.

Sementara itu, pada 2007 total pendapatan Japfa mencapai Rp 7,9 triliun dan laba bersih sebesar Rp 180,9 .miliar.  Diantaranya 80% merupakan kontribusi dari industri pakan ternak. 

Cheil Jedang Feed Indonesia 
CJ Feed Indonesia merupakan anak perusahaan Cheil Jedang dari Korea Selatan yang mulai berbisnis di Indonesia pada 1989. CJFI mengoperasikan 2 perusahaan pakan (feedmill) yaitu  PT. CJ Superfeed yang berdiri pada 1996 dan PT. CJ Feed Jombang yang berdiri pada 2004. Pabrik pakan ternak ini masing-masing berlokasi di Serang, Banten dan Jombang, Jawa Timur dengan total kapasitas produksi 750.000 ton per tahun. 

Pakan ternak yang diproduksi CJ Feed terdiri dari pakan broiler, layer, breeder, babi, puyuh, konsentrat dan udang. untuk melayani permintaan pelanggan yang berada di wilayah Jawa Barat, Jabodetabek, Sumatera dan Kalimantan. Produk 
pakan ternak yang diproduksi CJS menggunakan merk Superfeed. 

PT. Super Unggas jaya 
Pada 1997 PT Cheil Jedang Feed Indonesia yang bergerak dalam industri pakan ternak ayam yang diproduksi menggunakan merk Superfeed, mendirikan PT. Super Unggas Jaya (PT. SUJ). PT. SUJ  bergerak dalam industri peternakan yang memproduksi DOC dengan kapasitas . 20 juta ekor per tahun. Peternakan ini berlokasi di Tutur, Jawa Timur. Produk DOC ini menggunakan merk Superchicks. SUJ melakukan ekspansi dengan membangun lagi 9 unit peternakan ayam di berbagai daerah termasuk Jawa Barat dan Kalimantan Timur. Sehingga kini total produksi DOCnya mencapai 54 juta ekor per tahun.  

Malindo Feedmill
Pada awalnya bernama PT. Gymtech Feedmill Indonesia yang berdiri sejak 1998, kemudian nama perusahaan berubah menjadi Malindo Feedmill.  Malindo merupakan salah satu perusahaan milik keluarga Lau dari Malaysia yang memperoleh pengarahan teknis perternakan ayam dan pakan ternak dari perusahaan teratas di negara itu yaitu Leong Hup Holding Berhard dan Emivest Bhd. Leong Hup Holding memiliki pangsa pasar mencapai 30% untuk industri DOC di Malaysia. Sedangkan Emivest berpengalaman sebagai perusahaan pakan ternak selama 15 tahun.

Malindo bergerak di bidang produksi dan penjualan pakan ternak dengan kapasitas produksi 438 ribu ton per tahun. Malindo juga mengoperasikan  pembibitan dan distribusi DOC ras pedaging dan petelur. Melalui anak perusahaannya, PT Bibit Indonesia mampu menguasai 6% pangsa pasar di Indonesia. Saat ini, kapasitas produksinya mencapai 100 juta DOC per tahun.  

Malindo membangun peternakan berkapasitas 18 juta DOC per tahun di Pasuruan, Surabaya terdiri dari 2 area pembibitan dan satu area penetasan yang mulai berproduksi pada pertengahan 2007. 

Pada akhir 2007 MF telah menyiapkan dana sebesar US$ 26 juta untuk membangun pabrik pakan ternak berkasitas 360 ribu ton per tahun. Pabrik baru yang akan dibangun pada pertengahan 2008 ini berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Banten dengan investasi sekitar Rp 100 miliar.   

Sierad Produce Tbk
Sierad Produce didirikan pada 1985 dengan nama PT Betara Darma Ekspor Impor, merupakan hasil penggabungan dari empat perusahaan pada tahun 2001, yaitu PT Anwar Sierad Tbk, PT Sierad Produce Tbk, PT Sierad Feedmill dan PT Sierad Grains.

Sierad Produce (SP) berdiri pada 1985 dan bergerak dalam bidang peternakan ayam bibit induk untuk menghasilkan ayam niaga, pemotongan ayam dan pengolahan ayam terpadu dengan cold storage. Selain itu SP juga bergerak dalam industri pakan ternak,  industri pengeringan jagung dan industri obata-obatan dan vitamin hewan. Peternakan dan pabrik pengolahan tersebar di Tangerang, Bogor, Sukabumi, Lampung dan Sidoarjo. Saat ini SP merupakan salah satu produsen pakan ternak terbesar di Asia Tenggara.

Perusahaan yang berawal dari penjual telur eceran di pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Kemudian berkembang membangun Rumah Potong Ayam yang terletak di jabaon, Jawa Barat ini merupakan yang terbesar di Indonesia, yang memiliki kapasitas produksi 8.000 ekor per jam. Produk olahan ayam yang dihasilkan dikemas dengan merk Delfarm,  yang tersedia di berbagai supermarket besar di Indonesia. 

Tahun 2008 ini SP membangun tiga pabrik baru di Magelang, Jawa Tengah yang akan selesai pada awal 2009. Dengan tambahan pabrik baru tersebut SP peningkatan produksi ayam ternak sebesar 420 ribu per minggu menjadi 2.000.000 per minggu. Sementara ayam petelur diharapkan bisa mencapai 300 ribu per pekan.
Saat ini, pangsa pasar SP tercatar sebesar 7% untuk peternakan ayam berusia sehari (DOC) dan 7% untuk pasar pakan ternak. Sementara itu, pada 2007 SP behasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun dan laba bersih Rp 27,5 miliar. 

Untuk 2008 dengan adanya sisa modal kerja yang belum terpakai sebesar Rp 225 miliar dari Bank BNI dan peningkatan kapasitas produksi, SP menargetkan pendapatan naik 60% begitu juga dengan laba bersih.

Pada pertengahan 2008  SP mendapat pinjaman sebesar Rp 310 miliar dari BNI untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Dana tersebut akan digunakan untuk menambah kapasitas produksi Day Old Chick (DOC/anak ayam) sebanyak 565 ribu ekor per minggu. Saat ini kapasitas produksi DOC sekitar 1,6 juta ekor per minggu.

Bisnis utama SP adalah produksi pakan ternak dan DOC. Tahun 2008, porsi pakan ternak terhadap penjualan SP sebesar 54,1%, sedangkan DOC 44%. Tahun 2008, SIPD memproduksi pakan ternak sebanyak 400 ribu ton, tumbuh 25% dari tahun lalu. Untuk DOC, pertumbuhannya ditargetkan sekitar 18% atau di atas 100 juta ekor.

Populasi ayam tumbuh 6,78% per tahun

Perkembangan populasi ayam di dalam negeri terus mengalami pertumbuhan rata-rata 6,78% per tahun. Populasi tersebut bukan hanya meliputi ayam jenis ras tetapi juga termasuk ayam kampung. Dimana populasi ayam kampung diperkirakan mayoritas sebab dipelihara di hampir seluruh pelosok wilayah Indonesia sedangkan ayam ras hanya diperlihara oleh perusahaan-perusahan ternak besar. 

Populasi ayam tercatat masih sebesar 1.149.374 ribu ekor atau sekitar 1,1 miliar ekor pada pada 2004, kemudian berturut-turut meningkat masing-masing menjadi 1.275.399 ribu ekor (1,2 miliar ekor) pada 2007 dan 1.485.170 ribu ekor (1,4 miliar ekor) pada 2008.  

Dalam memenuhi kebutuhan ayam potong di pasaran, pihak asosiasi bersama dengan perusahaan peternakan serta pedagang ayam, selalu mengkontrol jumlah populasi ayam yang disesuaikan dengan kemampuan daya serap pasar agar harganya dapat stabil. 

Agar populasi ayam dapat dipantau  adalah dengan cara melakukan kontrol terhadap jumlah ayam berumur sehari (DOC) yang dipasok oleh perusahaan peternakan untuk diternakan di kandang mitra dari perusahaan peternakan. Pada umumnya perusahaan peternakan besar menyediakan produk peternakan seperti bibit ayam, obat-obatan dan pakan ternak dalam usaha peternakan inti dan plasma, yang dijalankan perusahaan sebagai inti sedangkan peternak sebagai plasma. Kerjasama antara perusahaan dengan bermitra dengan sejumlah peternak tradisional agar dapat memaksimalkan hasil produksinya. Dalam hal ini perusahaan tidak memiliki kandang dan hanya menjalin mitra dengan sejumlah peternak, dengan meyediakan bibit ayam, pakan dan obat-obatan. 


Halaman Sebelumnya>>

 
MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan   
Topik Terkait

ICN - Agustus 2009


FOKUS: KEKUATAN EKONOMI DAERAH TUMPUAN PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

PROFIL INDUSTRI: PERKEMBANGAN PETERNAKAN UNGGAS DI INDONESIA

INDUSTRI: PERDAGANGAN DAGING SAPI DI INDONESIA