2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER
Maret 2011


INDUSTRI  TELEPON TETAP (FIXED LINES) DI TENGAH PERSAINGAN TELEPON NIRKABEL


Pendahuluan

Perkembangan industri telekomunikasi khususnya telepon di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir didorong oleh perkembangan telepon nirkabel khususnya seluler. Saat ini struktur industri telepon terdiri dari telepon tetap (fixed lines) dan telepon seluler.

Telepon tetap terdiri dari telepon tetap kabel (Public Switched Telephone Network/ PSTN) dan nirkabel yakni telepon nirkabel terbatas (fixed wireless access/ FWA), sementara telepon seluler adalah telepon nirkabel bergerak penuh.

Selain seluler, telepon tetap nirkabel juga menyumbang pesatnya pertumbuhan industri ini. Perubahan pola aktivitas masyarakat yang semakin tinggi mobilitasnya mendorong pertumbuhan tersebut.

Sebaliknya, industri teleponi tetap kabel (fixed wireline) semakin tertinggal. Penggunaan telepon tetap kabel yang besar adalah untuk perkantoran, sementara untuk penggunaan pribadi lebih banyak menggunakan telepon tetap bergerak (fixed wireless) maupun seluler.

Tulisan ini akan membahas perkembangan industri telekomunikasi khususnya telepon tetap baik kabel (PSTN).

Struktur bisnis  telekomunikasi di Indonesia

Sifat industri telekomunikasi saat ini adalah global sehingga apa yang berlaku di suatu negara akan dengan cepat menyebar ke negara lain. Perkembangan teknologi sebagai tulang punggung telekomunikasi saat ini sangat cepat sehingga peta industri telekomunikasi juga cepat berubah.

Perubahan tren komunikasi masyarakat juga turut menentukan bisnis telekomunikasi saat ini. Berkembangnya situs jejaring sosial seperti twitter; facebook, televisi internet, dll misalnya, memunculkan permintaan akan layanan data dan internet.
Meskipun perkembangan teknologi relatif cukup cepat, namun belum ada perubahan pada industri telekomunikasi secara mendasar. Di Indonesia saat ini terdapat 4 bisnis telekomunikasi yakni teleponi tetap; teleponi seluler; data dan internet; serta jaringan dan interkoneksi.


Struktur bisnis telepon tetap kabel

Struktur industri telepon tetap terdiri dari dua yakni: telepon tetap kabel (Public Switched Telephone Network/ PSTN) dan telepon tetap nirkabel (FWA). Telepon tetap kabel (PSTN) lebih dulu ada, sementara FWA baru kurang dari 1 dekade.

Industri telekomunikasi tetap berbasis kabel (PSTN) di Indonesia awalnya merupakan bisnis yang dimonopoli oleh negara  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Telkom. Dalam perkembangannya pemain

PT Telkom merupakan pemain utama dalam penyelenggaraan telepon tetap kabel, karena pemain lain yaitu PT Batam Bintan Telecom (BBT) hanya merupakan operator yang menyediakan telekomunikasi terbatas untuk wilayah di kepulauan Batam dan Bintan yang merupakan zona ekonomi khusus. Selain kedua pemain ini terdapat pemain lainnya yakni PT Indosat yang juga memiliki telepon tetap kabel yakni IndosatPhone atau I-Phone.


Perkembangan kapsitas industri telepon tetap

Kapasitas pada jasa telekomunikasi tercermin dari beberapa faktor yang menunjukan perkembangan industri tersebut antara lain:

1.  Sambungan terpasang (installed line)
2.  Sambungan terpakai (line in services)
3.  Sambungan pengguna (subscribers)

Kapasitas  terpasang (installed line)

Kapasitas terpasang adalah sambungan lengkap yang dibangun penuh ke titik distribusi dan siap terhubung ke pelanggan. Dalam lima tahun terakhir sambungan terpasang telepon tetap kabel mengalami pertumbuhan.

Pada tahun 2008 sambungan terpasang mencapai 9935231 sambungan atau tumbuh sebesar 2,4 persen. Dua tahun berikutnya sambungan terpasang masih tumbuh secara fluktuatif yakni sebesar 1,8 persen pada tahun 2009 menjadi 1010259 sambungan dan 4,9 persen pada tahun 2010 menjadi 10606742 sambungan.

Pertumbuhan ini terjadi pada saat tren sambungan terpakai mengalami penurunan. Operator, terutama PT Telkom masih terus menambah jaringan untuk mengantisipasi kebutuhan sambungan meskipun dengan tingkat yang rendah. Dalam tahun-tahun mendatang diperkirakan kapasitas terpasang ini tidak akan banyak berubah mengingat prospek pertumbuhan permintaan sambungan telepon tetap yang stagnan.

Kapasitas terpakai (line in services)

Kapasitas tersambung adalah kapasitas saluran yang tersambung dengan pesawat telepon pelanggan termasuk telepon umum. Pertumbuhan penggunaan saluran terus melemah dalam beberapa tahun terakhir karena baik sambungan telepon pelanggan maupun telepon umum khususnya milik PT Telkom mengalami penurunan.

Pada tahun 2008 penurunan sambungan yang terpakai mencapai 0,6 persen yakni menjadi 8.674.228 sambungan dari 8.729.333 sambungan pada tahun sebelumnya. Tahun 2009, terjadi penurunan yang lebih besar yakni mencapai 2,4 persen. Pada saat itu total sambungan yang terpakai sebesar 8423973 sambungan.

Tahun 2010, tren penurunan sambungan terpakai masih berlanjut. Pertumbuhan negatif tercatat sebesar 0,3 persen dengan jumlah sambungan mencapai 8.349.998 sambungan.

Rasio sambungan terpakai terhadap sambungan terpasang juga menujukkan pelemahan dalam tahun-tahun yang sama. Sejak tahun 2008, rasionya  di bawah 90 persen.

Rasio tahun 2008 adalah sebesar 88,2 persen atau turun 1,8 persen dari tahun sebelumnya. Dua tahun berikutnya rasionya terus turun masing-masing menjadi 84,1 persen pada tahun 2009 dan 79,4 persen pada tahun 2010. ....


Lihat Daftar isi>>
 
MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan   
Topik Terkait

ICN -Maret 2011

FOKUS: KETAHANAN EKONOMI INDONESIA TERHADAP KRISIS FINANSIA

PROFIL INDUSTRI: INDUSTRI TELEKOMUNIKASI SELULER 2011        
  • Current issue
  • Sistem telekomunikasi selular
  • Pelaku usaha        
  • Dominasi Asing
  • Investasi baru
  • Perkembangan pelanggan
  • Teknologi dan Infrastruktur
  • Pendapatan industri telekomunikasi seluler
  • Fitur baru
  • Tingkat persaingan
  • Pendapatan industri telekomunikasi seluler
  • Strategi pemasaran
  • Kebijakan pemerintah
  • Risiko usaha dan hambatan
  • Kesimpulan dan Prospek

INDUSTRI : INDUSTRI  TELEPON TETAP (FIXED LINES) DI TENGAH PERSAINGAN TELEPON NIRKABEL

INDUSTRI : TELEPON TETAP NIRKABEL (FWA) MENJADI PUSAT PERTUMBUHAN BARU        61
  • Jaringan telekomunikasi telepon tetap nirkabel        61
  • Jumlah pelanggan telepon tetap nirkabel masih tumbuh        62
  • Pemain FWA        63
  • Kapasitas jaringan beberapa pemain        65
  • Tahun 2011 para pemain ekspansi jaringan        66
  • ARPU cenderung turun akibat persaingan        67
  • Optimalisasi BTS        67
  • Merger dan akuisisi        68
  • Layanan data menjadi strategi ekspansi        69
  • Kesimpulan        71