2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
LAPORAN MARKET INTELLIGENCE

INDUSTRI PASAR MODAL NASIONAL BERGELUT DI TENGAH KRISIS GLOBAL

Mei 2009

Halaman Berikutnya>>
Latar belakang

Krisis keuangan global yang masih berlangsung hingga kini, mengakibatkan kondisi pasar keuangan dunia menjadi terpuruk, termasuk pasar modal di Indonesia. Hingga saat ini  pasar modal Indonesia masih bergulat di tengah krisis global yang menyebabkan pertumbuhan pasar modal melambat dan penundaan Initial Public Offering (IPO) dari sejumlah perusahaan akibat kondisi pasar modal yang belum menentu.

Rontoknya indeks bursa di hampir seluruh dunia pada Oktober 2008 lalu turut menghempaskan Indeks Harga Saham gabungan (HSG) hingga level terendah, yang mengakibatkan BEI terpaksa disuspend sebab mengalami penurunan signifikan. Puncaknya terjadi pada 8 Oktober 2008, IHSG terkoreksi sebesar 10,38% hingga menyentuh level  1.451,669. Namun dibuka kembali pada 13 Oktober 2008. Suspensi tersebut untuk memberikan perlindungan kepada investor dan pasar. Kemudian pasar modal kembali bergerak naik,  namun hal tersebut hanya disebabkan oleh dana jangka pendek.

Namun optimisme bahwa bursa saham akan kembali membaik terlihat dari rencana IPO pada 2009 dimana tercatat sekitar 19 perusahaan. Termasuk diantaranya perusahaan yang gagal melakukan IPO pada 2008. Beberapa perusahaan yang gagal melakukan IPO pada 2008 akan merealisasikan pada tahun ini. Seperti diketahui, beberapa perusahaan yang gagal menggelar IPO pada  2008 lalu adalah PT Prime Petroservices, PT Power Telecom, PT Mitrasurya Cemerlang, PT Wahanaartha Harsaka, dan PT Garuda Food. Kemudian juga PT Bank Tabungan Negara (BTN), PT Krakatau Steel, PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, PT Garuda Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, IV, dan VII.

Sejumlah BUMN yang akan masuk bursa, saham BUMN sangat ditunggu investor di pasar modal.  Kementerian BUMN  melepas 11 BUMN melakukan privatisasi melalui program IPO, sebagai upaya menyehatkan kinerja keuangan perusahaan. Perusahaan yang benar-benar siap untuk melaksanakan IPO ada tiga perusahan, yaitu PT Krakatau Steel, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII, dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Sementara itu, kinerja emiten sepanjang triwulan I/2009 relatif lebih baik dibanding triwulan akhir 2008. Hal ini didukung oleh kinerja emiten berbasis pasar domestik yang masih tumbuh menjadi faktor utama pertumbuhan positif ditengah krisi global yang masih berlangsung.

Dilihat dari sisi jumlah emiten maupun kapitalisasinya, Bursa EfekIndonesia (BEI) masih tertinggal dibandingkan dengan pasar modal di negara lain di kawasan regional Asia. Menurut data World Federation of Exchange per Maret 2009, emiten di BEI hanya 396 emiten. Jumlah ini relatif kecil dibandingkan dengan emiten bursa Malaysia yang tercatat mencapai 968 emiten, Singapura (765 emiten) dan Thailand (527 emiten).

Sedangkan dari sisi nilai kapitalisasi, dengan nilai US$ 113 milar, kapitalisasi di BEI masih berada dibawah kapitalisasi bursa regional khususnya negara tetangga. Bursa Singapura mencatat nilai kapitalisasi mencapai US$ 249 miliar, kemudian disusul oleh Malaysia sebesar US$ 197 miliar. 

Minimnya jumlah emiten di BEI dan masih terbatasnya jumlah investor yang berinvestasi di pasar modal, menyebabkan jika terjadi gejolak eksternal, pasar modal Indonesia lebih mudah terguncang. Karena dDari sisi `supply` (emiten) dan `demand` (investor) masih terbatas, sehingga jika terjadi guncangan dari luar, misalnya dampak krisis global sejak tahun lalu dampaknya sangat terasa di bursa Indonesia.

Dalam laporan ini akan dibahas mengenai kinerja bursa dan kinerja para pelaku di pasar modal yang meliputi pertumbuhan emiten, kapitalisasi pasar, jumlah transaksi saham, dan sebagainya.

Struktur Pasar Modal

Pasar modal (capital market) merupakan  pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual belikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi.

Pasar Modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen keuangan jangka panjang seperti Obligasi, Saham dan lainnya

Pasar modal memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara, melalui dua fungsinya yaitu fungsi ekonomi dan keuangan. Fungsi ekonomi pasar modal adalah menyediakan fasilitas yang mempertemukan antara pihak pemilik dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (emiten). Fungsi keuangannya adalah memberikan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilh.
 
Instrumen yang paling dikenal dari pasar modal adalah saham atau ekuitas. Ada dua jenis saham yang umum dipasarkan, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock).
Obligasi berupa dokumen yang menyatakan kesediaannya membayar sejumlah uang tertentu di masa depan. Perusahaan sering memanfaatkan obligasi untuk mencari pinjaman langsung dari investor dengan menerbitkan surat utang (fixed income securities). Selain akan membayar uang sejumlah pokok pinjaman yang dipinjamkan investor, perusahaan juga harus membayar bunga pinjaman atau kupon bunga secara berkala. Investor akan menerima pembayaran bunga setiap periode dalam jumlah tetap, maka semua efek utang yang diterbitkan perusahaan disebut efek berpendapatan tetap.

Derivatif merupakan bentuk turunan dari sekuritas utama yang ada, dalam hal ini saham. Derivatif yang banyak dikenal di Indonesia barulah warrant dan right. Warrant merupakan hak untuk membeli sebuah saham pada harga yang telah ditetapkan pada waktu yang telah ditetapkan pula. Warrant biasanya dikeluarkan oleh perusahaan sebagai 'pemanis' buat investor ketika mereka mengeluarkan saham.

Right juga merupakan hak untuk membeli saham pada harga tertentu pada waktu yang telah ditetapkan. Right diberikan pada pemegang saham lama yang berhak untuk mendapatkan tambahan saham baru yang dikeluarkan perusahaan pada second offering. Beda dengan warrant masa perdagangan right sangat singkat, berkisar antara 1-2 minggu saja. Harga warrant dan right yang wajar adalah harga pasar saham dikurangi harga exercise. Jika harga pasar warrant atau right lebih besar dari harga wajarnya, berarti ada premium yang dibayarkan.
Pelaku Pasar Modal terdiri dari Emiten, Investor, Underwriter, Guarantor, Trustee, Pialang / Broker, perusahaan sekuritas, perusahaan investasi dan Bapepam LK.

Emiten yaitu badan usaha yang melepas saham atau obligasi kepada public melalui pasar modal, untuk mendapatkan dana segar bagi peningkatan modal atau ekspansi usahanya.

Penjamin Emisi Efek adalah pihak yang membuat kontrak emiten untuk melakukan penawaran umum bagi kepentingan emiten dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa Efek yang tidak terjual.

Perkembangan pemain pasar modal

Pasar Modal di Indonesia mulai aktfi sejak 1977. Awalnya di Indonesia terdapat dua bursa saham yaitu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Kemudian pada akhir 2007 demi efisiensi pemerintah menggabungkan kedua bursa ini menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sampai dengan Desember 2008, jumlah pemegang Saham BEI adalahsebanyak 125 Perusahaan Efek. Jumlah Anggota Bursa (AB) adalah 121 AB yang terdiri dari 118 Anggota Bursa Aktif, dan 3 Anggota Bursa suspen. Tahun 2008, BEI telah melakukan pembelian kembali (buy back) 72 sahamnya. Sedangkan jumlah partisipan sebanyak 110 terdiri dari 59 perusahaan efek, 35 bank, dan 16 bank kustodian.


Pertumbuhan emiten lambat
Perkembangan jumlah emiten di Indonesia tergolong lambat dengan rata-rata pertumbuhan 4,9% per tahun pada periode 2004-2008. Pada 2007 jumlah emiten melonjak tajam hingga 18,6% menjadi 408 emiten dibanding sebelumnya hanya 344 emiten. Kenaikan jumlah emiten tersebut karena terjadi penambahan emiten cukup besar.

Pada 2008 jumlah emiten berkurang menjadi 396 perusahaan, ini berarti terjadi penurunan 2,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan adanya sejumlah emiten yang harus delisting dari lantai bursa sebab mengalami kerugian dalam operasionalnya.    

Hingga semeter I - 2008 tercatat 16 perusahaan telah listing, enam perusahan sudah masuk pipeline (proses) dari target 30 emiten baru pada 2008, atau  lebih tinggi dibanding 2007 sebanyak 22 perusahaan.

Namun sepanjang 2008 lalu sekitar 13 perusahaan terpaksa menunda IPO karena melihat kondisi bursa yang masih terpuruk akibat krisis. Calon emiten yang menunda IPO tersebut termasuk sejumlah BUMN yaitu  PT Bank Tabungan Negara (BTN), PT Krakatau Steel, PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, PT Garuda Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, IV, dan VII. 

Dari sisi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), mi-salnya. Semula, BEI memasang target akan ada 30 emiten baru di lantai bursa pada 2008. Tapi, seiring dengan lesunya pasar, target diturunkan menjadi 25 emiten. Revisi target ini tidak lain dikarenakan banyaknya emiten yang menunda pelaksanaan pencatatan sahamnya lantaran goyah melihat kinerja pasar finansial yang memburuk. Meski demikian, hingga September 2008, jumlah perusahaan yang melantai di bursa naik menjadi 15 perusahaan dengan total nilai IPO Rp27,81 triliun.

Dengan emiten yang hanya berjumlah 396 perusahaan, BEI tergolong kecil dibanding jumlah emiten yang terdaftar di berbagai bursa regional.  Menurut data World Federation of Exchange per Maret 2009, emiten bursa Malaysia tercatat mencapai 968 emiten, Singapura (765 emiten) dan Thailand (527 emiten).

IPO 2008 mencapai Rp 24,39 triliun
Halaman Berikutnya>>
 
MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
Topik Terkait

ICN - Mei 2009


FOKUS:
RESESI DUNIA MASIH BERLANGSUNG

PROFIL INDUSTRI:
INDUSTRI PASAR MODAL NASIONAL BERGELUT DI TENGAH KRISIS GLOBAL                        
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan