2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
 
MONTHLY REPORT
PERKEMBANGAN  INDUSTRI KABEL SERAT OPTIK DI INDONESIA

Maret 2009


Pendahuluan

Kabel fiber optik adalah kabel yang mampu menghantarkan cahaya secara efektif hingga jarak yang cukup jauh. Sifatnya ini membuatnya sangat cocok digunakan sebagai medium komunikasi.

Secara umum, terdapat dua jenis kabel fiber optik yaitu; loose tube dan tight buffer. Loose tube adalah kabel serat optik yang berisi beberapa tube berisi fiber optik biasanya berisi 4, 6, atau 12 di seputar inti berupa kaca serat yang dikeraskan atau logam yang berfungsi sebagai penguat.

Ruang diantara tube dan inti tersebut diisi dengan filler berupa jelly. Susunan ini kemudian dibungkus dengan benang khusus, water resistant tape, aluminium tape, pembungkus dalam dari polyethylene, steel tape, serta pembungkus luar dari bahan polyethylene.

Sementara itu, tight buffer merupakan kabel fiber optik yang dibuat dengan melingkarkan beberapa serat optik pada inti kemudian ditutup dengan bahan yang dipadatkan secara mekanis seperti polyaramid kemudian dibungkus dengan plastic tahan panas umumnya PVC. Kabel jenis ini biasanya digunakan di dalam kondisi tertutup seperti di ruangan.

Perkembangan industri kabel fiber optik di Indonesia belum terlalu menggembirakan meskipun industri yang menjadi permintaannya yakni industri telekomunikasi mengalami perkembangan pesat dalam dalam beberapa tahun terakhir.

Kondiisi ini disebabkan karena masih besarnya impor kabel fiber optik sebagai konsekuensi dari digunakannya vendor-vendor jaringan dari luar negeri yang sering terikat kerjasama dengan produsen kabel fiber optik di luar negeri sebagai pemasoknya.

Produsen kabel fiber optik

Industri kabel serat optik di Indonesia berkembang seiring dengan perkembangan industri telekomunikasi karena kabel ini memang diperuntukkan bagi jaringan komunikasi

Kapasitas produksi kabel fiber optik di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 27.580 ton per tahun. kapasitas ini terbagi pada 8 pemain yakni PT. Supreme Cable Manufacturing Corporation Tbk (Sucaco); PT. Sumi Indah Kabel Indonesia (Sumi Indah); PT. Kabel Metal Indonesia (KMI); PT. Jembo Cable Company Tbk (Jembo), PT. Prysmian Cables Indonesia (Prysmian), PT. BICC Berca Cables (Berca); PT. Communication Cable System Indonesia (CCSI); dan PT. Voksel Electric Tbk (Voksel).

Tabel -  1
Kapasitas produksi industri kabel fiber optik di Indonesia 2008

Nama Perusahaan        Status investasi        Kapasitas Produksi

PT. Supreme Cable Manufacturing Corporation Tbk (SUCACO)        
PT. Sumi Indo Kabel Indonesia
PT. Kabel Metal Indonesi
PT. Jembo Cable Company Tbk
PT. Prysmian Cables Indonesia
PT. Voksel Electric Tbk
PT. BICC Berca Cables
PT. Communication Cable System Indonesia
Total                27.580 ton/tahun
Sumber: Data Consult


Profil pemain utama industri serat optik

PT Sucaco

PT. Sucaco didirikan pada tahun 1970 dan mulai beroperasi dua tahun kemudian dengan bantuan teknis dari Furukawa Electric Co., Ltd, Jepang dan International Executive Corp, Amerika Serikat.

Meskipun begitu, baru pada tahun 1998 perusahaan ini memproduksi kabel fiber optik. Pada tahun tersebut pula PT. Sucaco mulai mengekspor kabel fiber optik ke Nepal dan Srilangka. Kapasitas produksi dari PT. Sucaco adalah 16.250 ton per tahun atau yang terbesar di Indonesia...................

LAPORAN MARKET INTELLIGENCE

INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan