2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.

Berita Singkat Perusahaan
Maret 2009

SEMEN TONASA REALISASIKAN PROYEK US$318 JUTA. PT Semen Tonasa, anak usaha PT Semen Gresik Tbk berencana menambah kapasitas produksi sekitar 2,5 juta ton per tahun pada 2009 dengan memulai pembangunan proyek pabrik unit IV dan total investasi untuk proyek baru di Sulawesi Selatan tersebut mencapai US$318 juta. Menurut Direktur Industri Kimia Hilir Departemen Perindustrian Tony Tanduk mengatakan pembangunan konstruksi Tonasa unit V sudah dimulai dan berdasarkan rencana induk perseroan, fasilitas pabrik Tonasa V akan menggunakan peralatan dan mesin dari Eropa yang dibeli dengan harga US$150 juta dan China senilai US$125 juta. Untuk membangun pabrik semen baru tersebut dibutuhkan waktu sekitar 3 tahun dan jika sesuai dengan rencana pada April 2009, produksi sudah dapat dimulai pada akhir tahun 2011 atau awal 2012. Selain Tonasa unit V, anak usaha PT Semen Gresik Tbk lainnya yakni PT Semen Padang juga berencana membangun pabrik baru yaitu Indarung IV dengan kapasitas sekitar 2,3 juta ton pertahun. Namun, saat ini proyek pembangunannya masih terkendala masalah lingkungan. Selain itu, PT Semen Andalas juga akan memulai rekonstruksi pabrik baru pada akhir tahun ini dengan kapasitas produksi sebesar 1,4 juta ton

PENDAPATAN BAKRIE SUMATERA 2008 MENCAPAI RP2,9 TRILIUN. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk mencatat pendapatan selama 2008 sebesar Rp2,9 triliun dari penjualan komoditas kelapa sawit dan karet. Sementara itu belanja modal perseroan tahun ini dialokasikan sebesar US$10 juta yang akan dipakai untuk perawatan rutin aset perseroan. Direktur Keuangan Bakrie Plantations Harry M. Nadhir mengatakan kinerja keuangan perseroan selama 2008 masih lebih tinggi dari tahun sebelumnya karena harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) cukup tinggi pada triwulan II tahun lalu. Hingga akhir kuartal III/2008 pendapatan anak usaha grup Bakrie mencapai Rp2,39 triliun dan laba bersih sebesar Rp451,54 miliar. Lonjakan revenue pada periode tersebut yang mencapai 115,3% dari periode yang sama pada tahun sebelumya ditopang oleh tingginya harga CPO pada pertengahan 2008. Menurutnya, kinerja tahun ini kemungkinan besar akan lebih rendah daripada tahun lalu, menyusul turunnya harga komoditas CPO ataupun karet di pasaran. Sementara salah satu yang akan dilakukan oleh perseroan pada tahun ini adalah perluasan lahan tertanam dari yang sudah ada dan Bakrie Sumatera Plantations yang memiliki land bank seluas hingga 100.000 ha dari jumlah tersebut perseroan menargetkan dapat menanami hingga sekitar 50.000 ha dengan karet dan kelapa sawit.

BUKIT ASAM INVESTASI US$20 JUTA. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk akan menginvestasikan dana diatas US$20 juta atau sekitar RP240 miliar untuk pembangunan pembangkit listrik di Lampung. Pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 16 megawatt (MW) ini dilakukan setelah proyek pembangkit di Tanjung Enim yang berkapasitas 30 MW berjalan dan pembangkit tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan internal perseroan. Sebelumny PT BA telah mengumumkan akan segera membangun PLTU berkapasitas 3X10 MW di Tanjung Enim senilaiUS$41,4 juta dengan kontraktor pelaksana konsorsium antara Consortium China Overseas dan PT Welter Energi Nusantara. Pembangunan PLTU tersebut merupakan upaya perseroan untuk memenuhi kebutuhan listriknya untuk kegiatan operasi penambangan dan pihak manajemen menargetkan pembangkit listrik ini dapat mengantisipasi kecenderungan kenaikan taris dasar listrik, sehingga ada penghematan dana sebesarUS$3,3 juta pertahun. Saat ini perseroan memenuhi kebutuhan listrik di Tanjung Enim dengan membeli dari PLN. Sedangkan pembangunan pembangkit listrik di Tanjung Enim diperkirakan perlu waktu 24 bulan dan bisa beroperasi penuh pada 2011.

LABA BERSIH KIDECO MELONJAK 141,47%. Laba bersih anak usaha PT Indika Energy Tbk, Kideco Jaya Agung selama 2008 mencapai US$229,4 juta atau melonjak 141,47% dibandingkan dengan pencapaian akhir tahun 2007 yaitu US$95 juta, didorong oleh tingginya penjualan. Pendapatan selama 2008  diperoleh dari produksi batubara yang mencapai 22 juta ton, sedangkan penjualan komoditas tersebut mencapai 21,7 juta ton. Saat ini Kideco merupakan produsen batubara terbesar ketiga di Indonesia dari sisi volume produksi. Hingga akhir 2007 jumlah cadangan batu bara yang dimiliki Kideco diperkirakan mencapai 416 juta ton, dengan cadangan potensial 1,28 miliar ton dan tahun ini produksi Kideco ditargetkan mencapai 30 juta ton. Selain itu, Kideco merupakan penyumbang terbesar bagi laba Indika Energy yang selama 2007, produsen batu bara ini memberikan kontribusi hingga sekitar 68% dari total laba Indika. Selain PT Indika Energy, pemegang saham Kideco adalah Samtan Co.Ltd sebesar 49% dan PT Muji Inti Utama sebesar 5% dan dalam kontrak kerja dengan pemerintah, perseroan diberi masa konsesi pertambangan selama 30 tahun dari tahun 1993 sampai 2023.

PHILIP BANGUN PABRIK LAMPU. PT Philips Lighting Indonesia yang merupakan investor elektronik asal Belanda akan membangun pabrik baru di Surabaya, Jawa Timur senilai US$10 juta. Pabrik ini dirancang untuk memproduksi lampu hemat energi (HE) dengan total kapasitas terpasang 12 juta unit per tahun. Nilai investasi sebesar US$10 juta tersebut hanya dibutuhkan untuk pendirian pabrik tungku gelas, sedangkan untuk mesin dan peralatan masih dibutuhkan lagi tambahan modal dengan perkiraan tidak lebih dari US$10 juta. Direktur Industri Elektronika Departemen Perindustrian Syarif Hidayat menjelaskan bahwa pabrik bau tersebut akan difokuskan untuk memproduksi lampu neoan T-5 yang hemat energi dengan diameter kecil atau 1,5 cm dan produk ini akan diekspor ke seluruh dunia. Selama ini, pabrik Philips di Surabaya hanya memproduksi lampu pijar. Namun, kali ini Philips akan membangun pabrik baru untuk memproduksi lampu hemat energi (HE) yang berukuran kecil. PT Philips Lighting Indonesia merupakan anak usaha Royal Philips Electronics Belanda yang bergerak di industri perlampuan listrik dan perusahaan tersebut memproduksi lampu jalan, kantor, industri, rumah sakit dan perumahan.

ANTAM-KS INVESTASI RP700 MILIAR. PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan PT Krakatau Steel akan menggandeng pemerintah daerah untuk terlibat pengembangan proyek bijih besi di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu yang akan beroperasi pada 2011. Dalam rangka menggarap proyek dengan investasi Rp600 miliar - Rp700 miliar ini, kedua BUMN tersebut telah membentuk PT Meratus Jaya Iron & Steel dengan kapasitas produksi mencapai 315.000 ton besi spon. Proyek kerja sama di sektor pertambangan bijih besi yang berlokasi di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan ini, Antam telah mengalokasikan belanja modal sekitar Rp3 triliun atau naik 20% dari alokasi tahun lalu senilai Rp2,5 triliun. Sementara berkaitan dengan anak perusahaan PT Meratus Jaya Iron & Steel, kepemilikan saham mayoritas di kuasai oleh PT Krakatau sebesar 66% dan sisanya Antam sebesar 34%. Kerja sama antara Antam dan KS ini merupakan salah satu bentuk sinergi perusahaan BUMN untuk mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada dan hal tersebut sesuai dengan himbauan pemerintah pusat tentang harus adanya sinergi antara perusahaan-perusahaan BUMN.

HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan   
 
MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
HOME            Laporan Utama            Fokus            Daftar Isi          Berlangganan