2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.

Berita Ringkas Perusahaan 
September 2008


ASTRA INCAR 5 TAMBANG BATU BARA DALAM 5 TAHUN. Setelah gagal dalam mengakuisisi produsen batu bara PT Bayan Resources Tbk, PT Astar International Tbk kembali akan membidik 5 perusahaan tambang batu bara dalam lima tahun ke depan dengan cadangan rata-rata per tambang mencapai 100 juta ton. Menurut Senior Vice President Astra International mengatakan, akuisisi tambang batu bara tersebut nanASTRA INCAR 5 TAMBANG BATU BARA DALAM 5 TAHUN. Setelah gagal dalam mengakuisisi produsen batu bara PT Bayan Resources Tbk, PT Astar International Tbk kembali akan membidik 5 perusahaan tambang batu bara dalam lima tahun ke depan dengan cadangan rata-rata per tambang mencapai 100 juta ton. Menurut Senior Vice President Astra International mengatakan, akuisisi tambang batu bara tersebut nantinya akan dilaksanakan melalui anak perusahaan yaitu PT United Tractors (UT) yang selama ini memang menjalankan bisnis di sektor tersebut. Akuisisi ini akan dibiayai dari 55% dana hasil dari right issue United Tractors, jika dana yang tersedia kurang, maka pemegang saham siap akan menambah dana untuk proses akuisisi tersebut. Menurutnya, lima tambang yang dibidik itu di luar satu perusahaan tambang yang akan diakuisisi oleh UT dalam waktu dekat ini. Astar International berupaya mengembangkan bisnis batu bara karena prospek bisnis komoditas ini dinilai masih bagus prospek ke depannya.

SEMEN PADANG AKAN BANGUN PABRIK US$440 JUTA. PT Semen Padang BUMN anggota Semen Gresik Group berencana akan membangun pabrik baru dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun dengan nilai investasi senilai US$330 juta - US$440 juta pada awal tahun depan. Total investasi ini mengacu pada kajian yang pernah dilakukan PT Semen Tonasa (anggota Semen Gresik Group) yang membutuhkan investasi hingga US$440 juta untuk membangun pabrik baru dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun. Pembangunan pabrik tersebut dinilai mendesak karena pabrik milik perseroan sudah berproduksi dalam kapasitas penuh sesuai kapasitas terpasang. Pembangunan pabrik semen baru yang berkapasitas 2,5 ton tersebut akan menambah total kapasitas produksi PT Semen Padang menjadi 8,3 juta ton dan pada tahun ini, PT Semen Padang telah meningkatkan optimalisasi kapasitas terpasang dari 5,24 juta ton menjadi 5,8 juta ton. Selain itu, rencana pembangunan pabrik baru, proyek tersebut direncanakan untuk mengganti unit pabrik Indarung I yang telah berhenti produksi pada tahun 1999. Untuk mendukung rencana tersebut, perseroan telah memperluas tambang batu kapur 412 hektare di Desa Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang. Cadangan batu kapur di areal tersebut diperkirakan masih dapat memasok bahan baku bagi Semeng Padang selama 70 tahun.

52 PABRIK GULA MILIK NEGARA AKAN DIEVALUASI. Pemerintah kini berencana mengalihkan sejumlah pabrik gula berkapasitas di bawah 3,000 ton cane per day (TCD) dari produksi gula kristal putih menjadi hanya gula mentah (raw sugar). Pabrik gula milik BUMN yang berjumlah 52 unit saat ini tengah dievaluasi oleh Kantor Meneg BUMN untuk merealisasikan rencana tersebut menyusul proyeksi produksi gula nasional tahun ini telah mencukupi kebutuhan gula konsusmsi. Pengalihan produksi itu diperlukan untuk menutup kebutuhan pabrik gula rafinasi yang selama ini dipenuhi dari impor karena belum ada pabrik raw sugar di dalam negeri. Menurut Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian Achmad Mangga Barani mengatakan opsi ini dipertimbangkan untuk mencapai swasembada gula nasional, baik kebutuhan konsumsi langsung maupun gula industri yang nantinya pabrik-pabrik gula yang tidak bisa memproduksi gula kristal putih benar-benar berkalitas sesuai SNI. Namun Direktur Budi Daya Tanaman Semusim Ditjen Perkebunan Deptan Agus Hasanuding Rachman mengatakan pengalihan produksi itu ekonomis dilakukan pada pabrik gula berkapasitas 3,000 TCD ke bawah. Menurutnya pabrik-pabrik dengan kapasitas tersebut akan efisien jika hanya memproduksi raw sugar karena biaya produksi menjadi gula kristal putih jauh lebih mahal. Saat ini pabrik gula berkapasitas 3,000 TCD mayoritas tersebar di pulau Jawa dan data dari Kantor Meneg BUMN menunjukkan sedikitnya 6 unit pabrik gula yang berkapasitas di bawah 3,000 TCD, sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur mencapai 18 unit dan 22 unit.

ELNUSA INVESTASI US$600 JUTA. PT Elnusa Tbk berinvestasi senilai US$600 juta untuk pembelian alat deteksi minyak bawah laut (streamer) dengan pendanaan akan didukung oleh Natixis, bank asal Prancis. Vice Presiden Corporate Secretary Elnusa Heru Samodra mengatakan langkah ini dilakukan terkait dengan rencana perseroan menggelar ekspansi ke segmen marine seismic untuk memasuki pasar laut dalam (offshore) di Asia Pasifik. Elnusa juga akan membentuk perusahaan patungan dengan Bergen Oilfield Services, perusahaan seismic asal Norwegia untuk mendukung ekspansi tersebut. Disamping itu, Elnusa juga berinvestasi pada segmen land seismic dan telah meraih kredit ekspor senilai US$2,2 juta dari Natixis bank asal Prancis untuk pendanaan pembelian peralatan land seismic dari Sercel, Prancis. Menurut Heru perjanjian tersebut merupakan perjanjian kedua yang ditandatangani tahun ini antara Elnusa dan Natixis sedangkan perjanjian pertama ditandatangani pada juli dengan nilai US$4,5 juta. Dua fasilitas kredit tersebut berjangka waktu lima tahun dengan suku bungan 3,59% per tahun dan 4,08% per tahun. Sedangkan peralatan siemic yang diinvestasikan Elnusa tersebut berupa dua unit land seismic data acquisition tipe 428XL yang beroperasi untuk PT Pertamina di Jawa Tengah dan Kalimantan Timur.

ANTAM RAUP KREDIT US$325 JUTA. PT Aneka Tamabng Tbk (Antam) akan memfinalisasi pinjaman dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar US$325 juta pada akhir 2008. Dana tersebut merupakan 65% dari total biaya proyek pembangunan pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan, Kalimantan Barat senilai US$500 juta, sedangkan sisanya 35% atau US$175 juta dari ekuiti. Dalam proyek ini Antam akan membentuk usaha patungan  dengan Showa Denko KK Jepang, Marubeni Corporation Jepang dan Straits Trading Amalgamated Resources Private Limited  of Singapore dan pada perusahaan patungan ini, Antam memiliki porsi saham 65%. Semula JBIC dan sindikasi bank lokal  serta internasional menyepakati pemberian utang US$162,5 juta kepada Antam untuk membiayai proyek CGA dan porsi JBIC dalam pinjaman ini mencapai 70% atau setara dengan US$113,75 juta, sedangkan selebihnya berasal dari sindikasi perbankan lokal dan internasional. Rencananya, operasi komersial terhadap Tayan bisa dilakukan pada tahun 2010 dan dengan beroperasinya Tayan, Antam akan mampu mengolah cadangan bauksit dalam jumlah besar dan berkalitas tinggi menjadi chemical grade alumina.

BINTANG MITRA AKUSISI REGIS ENERGI SENILAI RP521 MILIAR. PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk akan mengakuisisi seluruh saham pt Regis Energi Indonesia senilain Rp521 miliar guna menambah lini usaha di bidang energi dari saat ini induk usaha di bidang properti. Upaya akuisisi ini dilakukan perseroan menyusul menipisnya cadangan lahan (landbank) milik anak usaha yang bergerak di bidang properti. Bintang Mitra merupakan induk usaha yang mempunyai sejumlah anak usaha di bidang properti seperti PT Ristia Bintang MahkotasejatiTbk dan PT Royal Oak Development Asia Tbk. Dengan harga tanah dan material bangunan yang semakin melambung, perseroan berencana mendiversifikasi usaha ke bidang energi yang dinilai lebih prospektif melalui akuisisi Regis dan Regis adalah perusahaan investasi yang mempunyai sejumlah anak usaha yang seluruhnya bergerak di bidang usaha kontraktor minyak dan gas bumi. Sementara itu, dalam proses akuisisi Regis Energi ini Bintang Mitra akan menggunakan sumber dana untuk akuisisi ini melalui divestasi anak usaha dan penawaran umum terbatas (Right issue).

SEBUKIT POWER BANGUN PEMBANGKIT DI KALIMANTAN BARAT. PT Sebukit Power membangun pembangkit listrik berbahan baker gambut  berkapasitas 3X67 MW dengan investasi sebesar US$400 juta di pontianak, Kalimantan Barat. Presiden Direktur PT Sebukit Power Macellius Kurniawan mengatakan investasi sebesar US$ 400 juta akan dialokasikan untuk engineering procurement  and constructions (EPC)serta, infrastruktur pengolaha gambut. Proyek ini akan didanai dengan skema 70% pinjamanan dari ECA (Export Credit Agency) dan 30% dari ekuitas. Menurutnya realisasi pembangunan PLTU gambut ini sudah mendapatkan kepercayaan dari PLN selaku off taker dengan ditandatanginya HoA. Proyek ini dijadwalkan selesai pada 2009 dan mulai dioperasikan pada tahun 2011. Sementara itu, untuk pembangunan pembangkit unit II dan unit III direncanakan selesai pada 2012 atau 2013. Sedangkan teknologi yang akan digunakan untuk pembangkitan ini akan berasal dari Eropa.

BAKRIE RAMPUNGKAN 80% INFRASTRUKTUR SLI. PT Bakrie Telecom mengklaim telah merampungkan 80% pembangunan infrastruktur sambungan langsung internasional (SLI) menyusul rencana peluncuran layanan tersebut pada akhir tahun ini. Menurut Direktur Corporate Services Rakhmat Junaidi, pihaknya berharap dengan proses penyelesaian pembangunan infrastruktur yang hampir rampung 80% tersebut, layanan ini akan dapat dinikmati seluruh pelanggan  tidak hanyan pelanggan Bakrie Telecom tetapi juga oleh pelanggan dari seluruh operator yang ada karena menyusul dengan akan segera dibukanya interkoneksi untuk panggilan internasional di seluruh operator. Namun, untuk saat ini pemerintah belum memastikan rencana tender SLI berikutnya kendati sudah mempertimbangkan penyelenggaraan jaringan tetap sambungan internasional mengingat nilai investasi jaringan kabel yang relatif lebih mahal, terbatasnya  landing point Negara tujuan, dan masih terbatasnya jumlah penyelenggara jaringan tetap sambungan internasional serta keterbatasan jaringan tulang punggung (backbone) internasional baik dari sisi link maupun kapasitasnya. Sedangkan disisi lain harga layanan dan sewa bandwidth masih mahal. Sementara itu, Bakrie Telecom akan menargetkan penyelesaian pemasangan system komunikasi kabel laut (SKKL) untuk mengejar penyediaan pelayanan SLI akhir tahun ini. Bakrie juga telah menjajaki kerja sama dengan lima operator SLI internasional yang diantaranya adalah Telstar dan Bakrie Telecom akan segera menjadi operator ketiga penyelenggara jasa SLI setelah Indosal dan Telkom jika pembangunan infrastruktur tersebut lolos proses uji laik operasi (ULO) oleh Ditjen Postel Depkominfo.

DUBAI GROUP INCAR BANK SYARIAH INDONESIA. Calon investor Timur Tengah ke Indonesia semakin banyak setelah Dubai Group menyiapkan dana sekitar US$1miliar untuk berinvestasi di industri jasa perbankan syariah di Indonesia dan Afrika. Perusahaan investasi yang mengelola dana lebih dari S$40 miliar ini dimiliki penguasa Dubai yang merupakan salah satu dari enam emirat di Uni Emirat Arab (UEA). Thomas Volpe, CEO Dubai Group mengatakan perbankan syariah di Indonesia dan Afrika menjadi salah satu strategi investasi utama, namun sayangnya Dubai Group tidak memerinci bank asal Indonesia yang akan menjadi sasaran investasinya. Dubai Group memiliki tujuh unit yang terkait dengan jasa pengelolaan dana, perbankan konvensional dan syariah serta asuransi yang dibentuk penguasa Dubai untuk mengembangkan ekonomi emirat tersebut. Investasi Dubai Group juga termasuk dalam kepemilikan saham di EFG-Hermes Holding SAE, bank investasi perdagangan terbesar di Mesir, Marfin Popular Bank Public Co. Ltd., bank terbesar kedua di Siprus serta Global Investment House KSCC Kuwait.
tinya akan dilaksanakan melalui anak perusahaan yaitu PT United Tractors (UT) yang selama ini memang menjalankan bisnis di sektor tersebut. Akuisisi ini akan dibiayai dari 55% dana hasil dari right issue United Tractors, jika dana yang tersedia kurang, maka pemegang saham siap akan menambah dana untuk proses akuisisi tersebut. Menurutnya, lima tambang yang dibidik itu di luar satu perusahaan tambang yang akan diakuisisi oleh UT dalam waktu dekat ini. Astar International berupaya mengembangkan bisnis batu bara karena prospek bisnis komoditas ini dinilai masih bagus prospek ke depannya.

SEMEN PADANG AKAN BANGUN PABRIK US$440 JUTA. PT Semen Padang BUMN anggota Semen Gresik Group berencana akan membangun pabrik baru dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun dengan nilai investasi senilai US$330 juta - US$440 juta pada awal tahun depan. Total investasi ini mengacu pada kajian yang pernah dilakukan PT Semen Tonasa (anggota Semen Gresik Group) yang membutuhkan investasi hingga US$440 juta untuk membangun pabrik baru dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun. Pembangunan pabrik tersebut dinilai mendesak karena pabrik milik perseroan sudah berproduksi dalam kapasitas penuh sesuai kapasitas terpasang. Pembangunan pabrik semen baru yang berkapasitas 2,5 ton tersebut akan menambah total kapasitas produksi PT Semen Padang menjadi 8,3 juta ton dan pada tahun ini, PT Semen Padang telah meningkatkan optimalisasi kapasitas terpasang dari 5,24 juta ton menjadi 5,8 juta ton. Selain itu, rencana pembangunan pabrik baru, proyek tersebut direncanakan untuk mengganti unit pabrik Indarung I yang telah berhenti produksi pada tahun 1999. Untuk mendukung rencana tersebut, perseroan telah memperluas tambang batu kapur 412 hektare di Desa Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang. Cadangan batu kapur di areal tersebut diperkirakan masih dapat memasok bahan baku bagi Semeng Padang selama 70 tahun.

ELNUSA INVESTASI US$600 JUTA. PT Elnusa Tbk berinvestasi senilai US$600 juta untuk pembelian alat deteksi minyak bawah laut (streamer) dengan pendanaan akan didukung oleh Natixis, bank asal Prancis. Vice Presiden Corporate Secretary Elnusa Heru Samodra mengatakan langkah ini dilakukan terkait dengan rencana perseroan menggelar ekspansi ke segmen marine seismic untuk memasuki pasar laut dalam (offshore) di Asia Pasifik. Elnusa juga akan membentuk perusahaan patungan dengan Bergen Oilfield Services, perusahaan seismic asal Norwegia untuk mendukung ekspansi tersebut. Disamping itu, Elnusa juga berinvestasi pada segmen land seismic dan telah meraih kredit ekspor senilai US$2,2 juta dari Natixis bank asal Prancis untuk pendanaan pembelian peralatan land seismic dari Sercel, Prancis. Menurut Heru perjanjian tersebut merupakan perjanjian kedua yang ditandatangani tahun ini antara Elnusa dan Natixis sedangkan perjanjian pertama ditandatangani pada juli dengan nilai US$4,5 juta. Dua fasilitas kredit tersebut berjangka waktu lima tahun dengan suku bungan 3,59% per tahun dan 4,08% per tahun. Sedangkan peralatan siemic yang diinvestasikan Elnusa tersebut berupa dua unit land seismic data acquisition tipe 428XL yang beroperasi untuk PT Pertamina di Jawa Tengah dan Kalimantan Timur.

ANTAM RAUP KREDIT US$325 JUTA. PT Aneka Tamabng Tbk (Antam) akan memfinalisasi pinjaman dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar US$325 juta pada akhir 2008. Dana tersebut merupakan 65% dari total biaya proyek pembangunan pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan, Kalimantan Barat senilai US$500 juta, sedangkan sisanya 35% atau US$175 juta dari ekuiti. Dalam proyek ini Antam akan membentuk usaha patungan  dengan Showa Denko KK Jepang, Marubeni Corporation Jepang dan Straits Trading Amalgamated Resources Private Limited  of Singapore dan pada perusahaan patungan ini, Antam memiliki porsi saham 65%. Semula JBIC dan sindikasi bank lokal  serta internasional menyepakati pemberian utang US$162,5 juta kepada Antam untuk membiayai proyek CGA dan porsi JBIC dalam pinjaman ini mencapai 70% atau setara dengan US$113,75 juta, sedangkan selebihnya berasal dari sindikasi perbankan lokal dan internasional. Rencananya, operasi komersial terhadap Tayan bisa dilakukan pada tahun 2010 dan dengan beroperasinya Tayan, Antam akan mampu mengolah cadangan bauksit dalam jumlah besar dan berkalitas tinggi menjadi chemical grade alumina.

BINTANG MITRA AKUSISI REGIS ENERGI SENILAI RP521 MILIAR. PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk akan mengakuisisi seluruh saham pt Regis Energi Indonesia senilain Rp521 miliar guna menambah lini usaha di bidang energi dari saat ini induk usaha di bidang properti. Upaya akuisisi ini dilakukan perseroan menyusul menipisnya cadangan lahan (landbank) milik anak usaha yang bergerak di bidang properti. Bintang Mitra merupakan induk usaha yang mempunyai sejumlah anak usaha di bidang properti seperti PT Ristia Bintang MahkotasejatiTbk dan PT Royal Oak Development Asia Tbk. Dengan harga tanah dan material bangunan yang semakin melambung, perseroan berencana mendiversifikasi usaha ke bidang energi yang dinilai lebih prospektif melalui akuisisi Regis dan Regis adalah perusahaan investasi yang mempunyai sejumlah anak usaha yang seluruhnya bergerak di bidang usaha kontraktor minyak dan gas bumi. Sementara itu, dalam proses akuisisi Regis Energi ini Bintang Mitra akan menggunakan sumber dana untuk akuisisi ini melalui divestasi anak usaha dan penawaran umum terbatas (Right issue).

SEBUKIT POWER BANGUN PEMBANGKIT DI KALIMANTAN BARAT. PT Sebukit Power membangun pembangkit listrik berbahan baker gambut  berkapasitas 3X67 MW dengan investasi sebesar US$400 juta di pontianak, Kalimantan Barat. Presiden Direktur PT Sebukit Power Macellius Kurniawan mengatakan investasi sebesar US$ 400 juta akan dialokasikan untuk engineering procurement  and constructions (EPC)serta, infrastruktur pengolaha gambut. Proyek ini akan didanai dengan skema 70% pinjamanan dari ECA (Export Credit Agency) dan 30% dari ekuitas. Menurutnya realisasi pembangunan PLTU gambut ini sudah mendapatkan kepercayaan dari PLN selaku off taker dengan ditandatanginya HoA. Proyek ini dijadwalkan selesai pada 2009 dan mulai dioperasikan pada tahun 2011. Sementara itu, untuk pembangunan pembangkit unit II dan unit III direncanakan selesai pada 2012 atau 2013. Sedangkan teknologi yang akan digunakan untuk pembangkitan ini akan berasal dari Eropa.

BAKRIE RAMPUNGKAN 80% INFRASTRUKTUR SLI. PT Bakrie Telecom mengklaim telah merampungkan 80% pembangunan infrastruktur sambungan langsung internasional (SLI) menyusul rencana peluncuran layanan tersebut pada akhir tahun ini. Menurut Direktur Corporate Services Rakhmat Junaidi, pihaknya berharap dengan proses penyelesaian pembangunan infrastruktur yang hampir rampung 80% tersebut, layanan ini akan dapat dinikmati seluruh pelanggan  tidak hanyan pelanggan Bakrie Telecom tetapi juga oleh pelanggan dari seluruh operator yang ada karena menyusul dengan akan segera dibukanya interkoneksi untuk panggilan internasional di seluruh operator. Namun, untuk saat ini pemerintah belum memastikan rencana tender SLI berikutnya kendati sudah mempertimbangkan penyelenggaraan jaringan tetap sambungan internasional mengingat nilai investasi jaringan kabel yang relatif lebih mahal, terbatasnya  landing point Negara tujuan, dan masih terbatasnya jumlah penyelenggara jaringan tetap sambungan internasional serta keterbatasan jaringan tulang punggung (backbone) internasional baik dari sisi link maupun kapasitasnya. Sedangkan disisi lain harga layanan dan sewa bandwidth masih mahal. Sementara itu, Bakrie Telecom akan menargetkan penyelesaian pemasangan system komunikasi kabel laut (SKKL) untuk mengejar penyediaan pelayanan SLI akhir tahun ini. Bakrie juga telah menjajaki kerja sama dengan lima operator SLI internasional yang diantaranya adalah Telstar dan Bakrie Telecom akan segera menjadi operator ketiga penyelenggara jasa SLI setelah Indosal dan Telkom jika pembangunan infrastruktur tersebut lolos proses uji laik operasi (ULO) oleh Ditjen Postel Depkominfo.

DUBAI GROUP INCAR BANK SYARIAH INDONESIA. Calon investor Timur Tengah ke Indonesia semakin banyak setelah Dubai Group menyiapkan dana sekitar US$1miliar untuk berinvestasi di industri jasa perbankan syariah di Indonesia dan Afrika. Perusahaan investasi yang mengelola dana lebih dari S$40 miliar ini dimiliki penguasa Dubai yang merupakan salah satu dari enam emirat di Uni Emirat Arab (UEA). Thomas Volpe, CEO Dubai Group mengatakan perbankan syariah di Indonesia dan Afrika menjadi salah satu strategi investasi utama, namun sayangnya Dubai Group tidak memerinci bank asal Indonesia yang akan menjadi sasaran investasinya. Dubai Group memiliki tujuh unit yang terkait dengan jasa pengelolaan dana, perbankan konvensional dan syariah serta asuransi yang dibentuk penguasa Dubai untuk mengembangkan ekonomi emirat tersebut. Investasi Dubai Group juga termasuk dalam kepemilikan saham di EFG-Hermes Holding SAE, bank investasi perdagangan terbesar di Mesir, Marfin Popular Bank Public Co. Ltd., bank terbesar kedua di Siprus serta Global Investment House KSCC Kuwait.

HOME        PRODUCTS      ABOUT US       CONTACTS      
HOME       Head Line      List of Contents    Sample Report    Contacts      
 
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER
MONTHLY REPORT
HOME            Laporan Utama            Fokus            Daftar Isi          Berlangganan