2008-2009 DATA CONSULT. All rights reserved.
LAPORAN MARKET INTELLIGENCE

PERKEMBANGAN INDUSTRI ALUMINIUM SHEET DAN ALUMINIUM FOIL

September 2009

Halaman Berikutnya>>

Latar belakang

Secara umum industri aluminium nasional khususnya industri aluminium sheet dan aluminium foil belum berkembang optimal, hal ini ditunjukkan meski produksinya terus meningkat, namun kapasitas produksinya tetap stagnan. Dilihat dari sisi produksinya, industri aluminium nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Produksi aluminium sheet  meningkat menjadi sebesar 61,9  ribu ton pada 2008 dibandingkan dengan 2004 masih 54,4 ribu  ton. Demikian halnya dengan produksi aluminium foil dari sebesar 13,2 ribu ton pada 2004, naik menjadi sebesar 13,6 ribu ton pada 2008. 

Namun di sisi lain sejak lima tahun lalu (2004-2008) kapasitas produksi industri aluminium sheet dan aluminium foil stagnan tidak mengalami penambahan kapasitas. Kapasitas produksi aluminium sheet tidak mengalami perubahan terap sebesar 116 ribu ton per tahun. Sedangkan industri aluminium foil tercatat memiliki kapasitas produksi sebesar 20 ribu ton per tahun.       

Menurut rencana pada 2009 ini produsen aluminium sheet dan aluminium foil terbesar yaitu PT. Alumindo Light Metal Industry Tbk akan meningkatkan kapasitas produksi aluminium sheet dan aluminium foil masing-masing menjadi 144.000 ton/tahun dan 20.000 ton/tahun dari sebelumnya masiny-masing 70.000 ton/tahun dan 15.600 ton/tahun. 

Beberapa produk alumunium nasional sudah mampu merambah pasar ekspor misalnya alumunium ingot, alumunium ekstrusi dan fabrikasi seperti alumunium billet, kawat alumunium, pipa alumunium, alumunium lembaran berupa sheet dan foil, serta produk produk alumunium hilir atau peralatan rumah tangga. Pada 2008, ekspor produk alumunium nasional mencapai US$ 700 juta atau tumbuh rata-rata 16,1% per tahun.

Sejak 1980, Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara Asia dalam produksi alumunium. Terbukti, selain harganya murah, higeinis, ramah lingkungan, pangsa pasar produksi alumunium Indonesia mampu masuk ke industri pesawat terbang kelas dunia dunia, Singapore Airlines.

Menurut data International Aluminium Institute, produksi aluminium dunia mencapai 3,03 juta ton pada Januari 2009 atau turun 6,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.. China merupakan negara produsen aluminium terbesar dengan produksi mencapai 922.000 ton per tahun,  Meskipun  tingkat produksinya pada Januari 2009 menyusut 13% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Menyusul kemudian Amerika Utara menempati urutan kedua terbesar produsen aluminium dunia dengan produksi 455.000 ton pada Januari 2009.  

Di beberapa negara semakin berkembang ekonominya, setelah membangun industri  aluminiumnya, seperti China, India, Brazil dan Rusia. Bahkan di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan Italia konsumsi aluminiumnya mencapai 17 kg/kapita. Sedangkan rata-rata dunia adalah lima kilogram per kapita, dan Indonesia sendiri baru mengkonsumsi 1 kg/kapita

Sementara itu, di dalam negeri sejalan dengan perkembangan industri pemakainya seperti sektor konstruksi, industri komponen otomotif, industri peralatan rumah tangga dan lain sebagainya.  Kebutuhan terhadap aluminium diperkirakan akan terus meningkat. Karena penggunaanya yang sangat luas dan besar dibandingkan bahan linnya.

Dalam laporan ini akan dibahas tentang produksi, ekpsor, impor serta konsumsi produk aluminium nasional. 

Deskripsi produk 

Aluminium terbuat dari campuran 66% bauksit dan 33% tanah liat. dengan proses elektrolisa pada suhu 950-970 derajat. Campuran tersebut terbagi menjadi Aluminium dan Oksigen. Seperti Aluminium Oksida yang dihasilkan dari Pulau Bintan.

Aluminium termasuk golongan logam ringan yang dapat di cor, digilas, ditekuk, ditekan dan dilas. Aluminium akan rusak oleh kapur, Gips, adukan semen dan beton. Sifat-sifat penting yang dimiliki aluminium sehingga banyak digunakan sebagai material teknik sebagai berikut :

       Berat jenisnya ringan (hanya 2,7 gr/cm³, sedangkan besi ± 8,1 gr/ cm³)
       Tahan korosi
       Penghantar listrik dan panas yang baik
       Mudah di fabrikasi/di bentuk
       Kekuatannya rendah tetapi pemaduan (alloying) kekuatannya bisa ditingkatkan

Aluminium Foil 

Aluminium foil juga umumnya digunakan sebagai kemasan karena harganya lebih murah dibanding tin foil (foil dari timah). Foil adalah bahan tipis dari logam yang digulung dengan ketebalan kurang dari 0,15 mm dan memiliki lebar 1,52 meter hingga 4,06 meter. Umumnya foil tidak murni berbasis logam.

Aluminium Foil Plastic Metallized digunakan juga untuk Perumahan, Gedung, Gudang, Pabrik, dll. Aluminium foil ini memiliki sifat tidak merambatkan api bila terbakar dan memantulkan 97% cahaya sinar Ultra Violet sehingga aman bagi kesehatan, menjadikan udara ruangan tidak panas dan melindungi bangunan.

Karakteristik aluminium foil : 
       kuat
       ringan, 
       tahan panas
       kedap udara, tidak mengandung magnet, sehingga membantu memisahkan aluminium dari kaleng saat daur ulang.

Kekedapan terhadap oksigen membuat aluminum foil merupakan kemasan ideal untuk ekspor karena sering mengalami kendala korosi. Selain itu, mudah dibentuk, sekalipun mudah berkerut.

Aluminum foil sering digunakan sebagai lapisan dalam dari kontainer untuk melindungi produk dari kerusakan, seperti melapisi bagian dalam kotak jus. Meskipun dapat menahan lemak, ketahanannya terhadap asam dan basa masih kurang, sehingga memerlukan tambahan lapisan dari lilin atau lapisan kimia lain.

Ketahanannya terhadap panas matahari membuat aluminum foil banyak digunakan juga pada bahan-bahan kesehatan. Ketahanan aluminum foil terhadap panas dapat mencapai suhu 550 derajat Celsius, sehingga alat-alat kedokteran dapat disterilkan dengan dibungkus bahan ini. Makanan yang dikemas dalam kaleng, disegel dan disterilisasi dengan merebusnya dapat disimpan untuk jangka waktu lama.

Disamping itu, alumunium memiliki keunggulan dibanding logam yaitu, lunak dalam bentuk murni, keras seperti baja dalam bentuk padat, ringan tapi kuat, tahan terhadap korosi, tidak beracun dan penghantar panas dan listrik yang baik.


Kapasitas produksi dan produsen

Kapasitas produksi stagnan

Menurut data Departemen Perindustrian, di Indonesia terdapat produsen alumunium berjumlah sekitar 76 perusahaan. Terdiri dari produsen produk alumunium alloy ingot, alumunium ekstrusi, alumunium sheet dan alumunium foil. 

Hingga saat ini total kapasitas produksi aluminium nasional sekitar  136.000 ton per tahun untuk aluminium sheet dan aluminium foil. Sedangkan utilisasi pabrik aluminium di dalam negeri saat ini sudah mencapai sekitar 88%.

Industri Aluminium Sheet

Industri aluminium lembaran (aluminium sheet) menggunakan aluminium ingot sebagai bahan baku. Produksi aluminium sheet terutama digunakan sebagai bahan dasar industri peralatan dapur dan rumah tangga, peralatan listrik, bahan bangunan dan aluminium foil.

Saat ini tercatat hanya ada 5 produsen aluminium sheet di seluruh Indonesia dengan total  kapasitas produksi tercatat sebesar 116.000 ton per tahun. Berdasarkan data Departemen Perindustrian kapasitas produksi industri aluminium sheet stagnan dalam lima tahun terakhir (2004-2009). Hal ini disebabkan belum adanya produsen yang melakukan ekspansi maupun belum adanya investasi baru di sektor ini.

Maspion Grup melalui dua anak perusahaannya yaitu PT. Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI) dan PT. Indal Aluminum Industry merupakan produsen aluminium sheet terbesar di Indonesia.  ALMI merupakan perusahaan aluminium terintegrasi, sebab ALMI juga memiliki pabrik aluminium foil. Dengan demikian produksi aluminium sheetnya dapat diserap oleh pabrik aluminium foil. Sebab salah satu industri pengguna produk aluminium sheet, adalah industri aluminium foil. 

Pada 2009 ini total kapasitas produksi industri aluminium sheet diperkirakan akan meningkat menjadi 190.000 ton/tahun. Menyusul rencana ALMI yang akan melakukan ekspansi dengan meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 144.000 ton/tahun dari sebelumnya hanya 70.000 ton/tahun. 

Pemain utama Industri aluminium sheet 

Halaman Selanjutnya>>
 
MONTHLY REPORT
INDONESIAN COMMERCIAL NEWSLETTER (ICN)
HOME            Laporan Utama          Fokus            Daftar Isi          Berlangganan   
Topik Terkait

ICN - September 2009


FOKUS: PEREKONOMIAN INDONESIA TERUS MEMBAIK
  • Permintaan domestik
  • Kinerja ekspor
  • Nilai tukar Rupiah telah mulai menguat kembali
  • Inflasi relatif rendah
  • Pembiayaan Perbankan
  • Kesimpulan

PROFIL INDUSTRI: PERKEMBANGAN INDUSTRI ALUMINIUM SHEET DAN ALUMINIUM FOIL

PROFIL INDUSTRI: PASAR STAINLESS STEEL BATANGAN DAN KAWAT SANGAT TERGANTUNG PRODUK IMPOR
  • Pendahuluan
  • Volume pasar melonjak tahun 2008
  • Import meningkat sejak 2005
  • Pasar didominasi oleh grade SS 304
  • Sebagian besar impor oleh Industri pemakai
  • Impor terutama berasal dari  Asia
  • Pemasok utama stainless steel bar dan wire
  • Industri kawat las pemakai utama stainless steel bar dan wire
  • Profil pemakai besar stainless steel bar dan wire